Minggu, 12 Juni 2016

CERPEN TENTANG CINTA (ROMI BUKAN ROMEO)


ROMI bukan ROMEO
Suatu hari lahirlah seorang anak perempuan yang sangat cantik rupanya, ia bernama Julia. Julia merupakan anak dari seorang saudagar kaya yang bernama Kisumono dan Santini. Sejak kecil Julia sudah diperlakukan layaknya seperti seorang putri raja. Dan Julia mempunyai pengasuhnya yang sekaligus menjadi temen curhatnya, ia bernama mbok Sentir. Karena orang tua Julia sangat sibuk dengan urusan bisnisnya sehingga jarang ada waktu buat Julia karena harus pulang pergi keluar kota.
Kecantikan julia membuat semua orang yang melihatnya akan terpincut denganya termasuk anak pengusaha terkaya didesanya. ia bernama Prades . Prades merupakan tipikal orang yang kalau ingin sesuatu harus terwujud bagaimanapun caranya.
Suatu ketika datanglah Prades kerumah Julia untuk bertemu dengan orang tuanya. Ia hendak ingin membuat kesepakatan dengan orang tua Julia.
“ kedatanganku kesini karena ada bisnis yang sangat menguntungkan buat anda.” Ujar Prades dengan lantang.
“ oh.. bisnis apakah itu tuan Prades ?” tanya Kisumono.
“ saya  akan memberikan kamu saham kelapa sawit  50% asalkan kamu mau menikahiku dengan anakmu Julia. Bagaimana, apakah kamu setuju ?” tanya Prades.
“ apa...! itu tidak mungkin. Julia masih kecil, tidak mungkin Julia akan menikah diusianya yang masih sangat muda.” Jawab Kisumono.
“ bagaimana kalau saya serahkan semua saham kelapa sawit atas nama kamu ditambah uang 100juta.” Tanya Prades kembali.
“ okeh saya setuju.. kapan tanggalnya.?” Tanya Kisumono dengan perasaan bahagia.
“ saya tidak mau terburu-buru. Saya mau pendekatan dulu dengan Julia.” Jawab Prades dengan enteng.
“ okeh boleh diatur..... minggu depan ulang tahun Julia, saya akan membuat pesta agar kamu bisa pendekatan dengan Julia. Bagaimana ?” tanya Kisumono.
“ bukan ide yang buruk. Oke..saya setuju.” Jawab Prades.
Santini pun pergi menemui Julia, ia akan memberitahu tentang perjodohanya dengan Padres.
“ Julia, kamu sudah besar. Dan sudah waktunya kamu menikah. Padres adalah lelaki yang pantas untuk menikahimu Julia.” Ujar Santini.
“ apa...! menikah..? Julia baru saja lulus SMA mam, Julia masih pengen sekolah lagi.” Sahut Julia.
“ sekolah gampang, setelah kamu menikah kamu juga masih bisa koq untuk sekolah lagi.” Sahut Santini.
“ Julia gak mau mam.. Julia mau sekolah, julia gak mau nikah dulu. Apalagi dengan lelaki yang Julia belum kenal.” Ujar Julia.
“ mau gak mau kamu harus mau, harusnya kamu bersyukur ada lelaki dari anak pengusaha terkaya didesa kita. Udah kamu jangan bantah. Besok malem kamu siap-siap untuk pesta ulang tahunmu.” Sahut Santini.
Betapa hancurnya hati julia ketika dia dipaksa menikah dengan pilihan orang tuanya itu. Namun Julia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dia hanya bisa pasrah dengan apa yang sedang ditimpanya sekarang. Dan cita-citanya ingin melanjutkan sekolah kini hanya tinggal nama.
Keesokan harinya, Julia pun bersiap-siap untuk kepesta yang telah disiapkan oleh orang tuanya yaitu disebuah taman yang sudah didekorasi sedemikian rupa. Sehingga terkesan indah dan alami.
“ non juli, malam ini non kelihatan sangat cantik sekali dengan memakai gaun itu.” Ujar mbok Sentir.
“ ah..mbok bisa saja. Oia mbok mama sama papa kemana mbok ?” tanya Julia.
“ sudah berangkat non, oia non  kendaraan yang buat nganter non kepesta sudah disiapkan didepan rumah.” Jawab mbok Sentir.
“ oia  mbok makasih mbok.” Ujar  Julia.
“ iya non sama-sama.” Sahut Mbok Sentir.
Julia pun bersiap-siap untuk pergi kepesta. Setelah sampai Julia pun langsung masuk dan karena pestanya sudah mau dimulai  Julia buru-buru masuk kedalam, dan dalam perjalanan Julia bertabrakan dengan seseorang yang tampan rupanya. Dia adalah Romi, Romi merupakan anak keturunan ningrat.
“ aww.....” ujar Julia.
“ upss..maaf yah saya tidak sengaja, maaf yah....” sahut Romi.
“ iya gapapa koq, aku yang salah. Soalnya aku buru-buru.” Ujar Julia.
Pada saat Romi ingin berkenalan, Julia keburu masuk kedalam.
“ haii tunggu, siapa nama kamu.........!” tanya Romi.
“ maaf saya buru-buru..” jawab Julia sambil lari masuk kedalam.
Pestanya pun sudah dimulai, Julia pun meniup lilin dan mekluis.
“ tuhan, jika boleh.. aku ingin melanjutkan sekolah. Jika tidak boleh, izinkan saya memilih pasangan hidup saya tuhan... saya gak mau kalau dijodohin.. emangnya ini jaman siti nurbaya apa. Tuhan kabulkanlah permintaan hamba tuhan.. amiieennn...” ujar Julia dalam hati saat mekluis.
Pesta dansa pun dimulai, dan ibunya Julia Santini pun memanggil Prades untuk mengenalkan Julia kepadanya.
“ hai prades, “ sapa Santini
“ eh tante....” ujar Prades.
“ iya, Julia kenalin ini Prades yang mamah ceritain kemarin.” Sahut Prades.
“ oh hai... Mamah boleh saya kesana sebentar mah ?” tanya Julia.
“ gak boleh, kamu harus nemenin Prades. Udah sekarang kamu ajak Prades dansa sana.” Jawab Santini.
“ tapi mah..” ujar Julia.
“ gak ada tapi-tapian. Udah sana.....(sahut Santini) Prades tante titip Julia yah”. Ujar Santini pada Prades.
Musik telah berdengung, Julia pun berdansa dengan Prades. Namun ketika Julia dan Prades sedang berdansa, tiba-tiba Romi mengalihkan dansa tersebut. Dan akhirnya Julia dan Romi yang berdansa.
“ oh haii, kamu bukanya yang tadi.” Ujar Julia.
“ iya, hai.. namaku Romi.”sahut Romi
“ hai.. aku Julia.” Ujar Julia.
“ kenapa kamu mengalihkan dansa saya ?” tanya Julia.
“ karena aku ingin kenal sama kamu, soalnya tadi kamu diajak kenalan malah lari.” Jawab Romi.
“ iya maaf tadi aku buru-buru.” Ujar Julia.
“ kamu cantik.” Ujar Romi.
“ ah apa?” tanya Julia sambil bengong.
“ iya kamu cantiik.. aku suka sama kamu.” Ujar Romi.
“ hah....(terkejut) haha bisa aja kamu, tapi maaf aku gak suka digombalin.” Sahut Julia.
“ aku gak gombal, aku beneran suka sama kamu. Kalau kamu gak percaya aku siap melamarmu pada orang tua kamu...Julia.” Ujar Romi.
Julia mengajak Romi untuk pergi kesuatu tempat yang tidak diketahui orang.
“ yukk ikut aku..” ujar Julia.
Romi pun mengikuti Julia kesuatu tempat. Dan disitu Julia terus memandangi wajah Romi.
“ kenapa.. koq ngliatin aku segitunya.” Tanya Romi.
“ gak papa, aku Cuma heran. Koq kamu bisa suka sama aku..” tanya kembali Julia.
“ SssSssttttt.......” ujar Romi.
Tiba-tiba dan tak disangka Romi pun mencium kening Julia.  Julia pun terkejut dan tidak bisa berbuat apa-apa. Itu adalah ciuman pertama bagi Julia. Karena selama ini Julia belum pernah berpacaran, Apalagi untuk berciuman. Dan Romi pun tanpa pikir panjang langsung menyatakan cinta kepada Julia.
“ aku suka sama kamu, aku cinta sama kamu. apakah kamu mau menjadi pacar ku Julia ?” tanya Romi dengan wajah yang serius.
“ hah secepat itukah Romi ?” tanya kembali Julia.
“ kenapa..? kamu gak mau jadi pacar aku Julia ?”tanya Romi.
“ aku mau koq jadi pacar kamu Romi.” Jawab Julia.
“ seriyus kamu ?” tanya Romi.
“ iya.... dua riyuss malah......” jawab Julia sambil gurau.
Akhirnya Julia pun mau menjadi pacar Romi. Dan mereka pun resmi berpacaran dalam semalam itu.
Hubungan mereka pun telah diketahui oleh mamahnya Julia. Betapa marahnya mamah Julia ketika mendengar kalau Julia sudah mempunyai pacar. Mamah Julia pun langsung memanggil Julia untuk datang ke ruang tamu lewat mbok Sentir.
“ permisi non, apakah non didalam ?” tanya mbok Sentir.
“ iya mbok, silahkan masuk.. “ jawab Julia.
“ non disuruh keruang tamu sekarang oleh mamah non.” Ujar mbok Sentir.
“ ada apa ya mbok ?” tanya Julia.
“ wahh...kurang tau non.” Jawab mbok Sentir.
Julia pun bergegas keruang tamu untuk menemui mamahnya.
“ ada apa mam ?” tanya Julia.
“ jawab dengan jujur, apakah kamu pacaran sama Romi ?” tanya mamahnya dengan suara lantang.
“ koq mamah tau..” jawab Julia.
“ jadi bener kamu sudah berpacaran dengan Romi ?” tanya kembali mamahnya.
“ iya mah.” Jawab Julia dengan suara pelan.
“ ya ampun Julia..(sambil marah) kamu tau gak Romi itu siapa. Romi itu anak dari musuhnya bapa kamu.” Ujar mamahnya.
“ tapi kan mam, Romi gak tau apa-apa.” Sahut Julia.
“ dah kamu gak usah ngebantah mamah. Pokoknya mamah gak setuju kalau kamu pacaran dengan Romi. Sampai kapan pun. Padres jauh lebih baik dari pada Romi, dia kaya. Dia juga suka sama kamu, Kurang apa coba. Itu juga demi kebaikan kamu Julia.” Ujar mamahnya.
“ gak, mamah jahat..! (sambil nangis) mamah lebih mementingkan diri mamah sendiri. Mamah gak pernah mau ngertiin perasaan Julia. Mamah egois...!” sahut Julia.
Julia pun lari ke dalam kamarnya sambil menangis.
“ Julia......mamah belum selesai ngomong.” Ujar mamahnya.
Julia pun berfikir untuk pergi dari rumah dari pada harus dipaksa dengan orang yang tidak disukainya. Setelah dipikir dengan matang-matang, Julia pun langsung berkemas-kemas untuk pergi dari rumah. Pukul 22.00 Setelah semuanya sudah siap Julia pun membuka jendela kamarnya lalu melompat dari jendela kemudian Julia lari sekenceng mungkin tanpa memikirkan mau pergi kemana. Setelah sudah jauh dari rumah Julia pun baru menyadari bahwa dirinya mau pergi kemana.
“aduhhh capek... oh iya aduhh ini mau kemana yah... aku gak tau jalan lagi. Kenapa gak dipikirkan dulu cie mau kemana.. bodohh aku.. “ ujar Julia.
Julia pun jalan menyusuri hutan, namun Julia tidak tau harus kemana. Jam sudah menunjukan pukul 23.45.
“ sudah hampir 2 jam aku jalan, koq aku ga menemukan perumahan yah.. mana sepi lagi.. mam tolong aku mam.. aduh tau gini aku ga jadi kabur dari rumah deh. Tapi aku juga gak mau kalau dijodohin sama siapa tuh pedes... eh Prades. Huhh capek, ngantuk pula.” Ujar Julia.
Jam sudah menunjukan tengah malam. Julia pun jalan terus namun belum juga menemukan perumahan, yang ada hanya hutan dan pohon-pohon yang berayun-ayun tertiup angin. Tiba- tiba Julia mendengar ada suara motor, suaranya semakin dekat dan terlihat sorotan lampu dari arah depanya. Jantung Julia pun berdeguk kencang, dia takut kalau itu orang yang tidak benar.
“ siapa itu yah, masa malam-malam gini ada orang yang lewat dihutan. Jangan-jangan orang yang gak bener lagi. Mendingan aku ngumpet dibalik semak itu deh.” Ujar Julia.
Julia pun lari ke semak didekatnya. Karena dia takut kalau pengendara motor itu melihat dia.
Tiba-tiba motor itu berhenti pas dideket semak yang Julia ngumpet disitu. Julia pun langsung gemeter dikira pengendara motor itu melihat Julia. Namun dugaan Julia salah pengendara motor itu berhenti karena dia ingin buang air kecil. Namun pengendara motor itu buang air kecil disemak yang Julia ngumpet tersebut.
Baru pengendara motor itu hendak membuka clana, Julia pun langsung berteriak membuat pengendara motor itu terkejut.
“ aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.......aaaa....” teriak Julia.
“ waahhhh se se settaaaannnn...........(sambil lari kepohon dan ngumpet dibalik pohon)” ujar pengendara motor.
Julia pun langsung lari sekenceng-kencengnya. Pengendara motor tersebut pun lalu pergi kearah motor dengan tergesa-gesa lalu dia pergi menggunakan motor dengan kecepatan tinggi. Dan ternyata pengendara motor tersebut adalah Romi.
Diperjalanan tiba-tiba Romi berhenti mendadak.
“ sepertinya suara orang tadi tidak asing deh. Tapi siapa yah.. dari suaranya seperti Julia. Tapi masa malem-malem gini Julia ada didalam hutan. Ah gak mungkin, pasti itu bukan Julia. Tapi apa aku putar balik lagi yah ..siapa tau itu Julia beneran.” Ujar Romi.
Romi pun memutar balik dan kembali ketempat tadi namun Romi tidak menemukanya. Romi pun terus jalan dan melihat disemak seperti ada sesuatu, Romi pun berhenti. Dan jalan kaki menuju semak-semak tersebut. Ketika sudah deket Romi pun jalan perlahan-lahan. Dan Romi langsung menangkap Julia yang sedang bersembunyi.
“ ketangkep kamu. Hah Julia.” Ujar Romi.
Julia pun terkejut, ketika melihat Romi ada didepanya.
“ Ro Romi... “ ujar Julia sambil memeluk Romi.
“ hei... kamu sedang ngapain dihutan tengah malam gini.” Tanya Romi.
“ aku kabur dari rumah.” Jawab Julia.
“ loh kenapa?” tanya Romi.
“ mamah aku tau kalau aku sudah jadian sama kamu. Dan mamah menyuruh aku untuk menikah dengan Prades. Tapi aku gak mau, makanya aku pergi dari rumah. Loh kamu sendiri ngapaen malam-malam gini kehutan ?” tanya Julia.
“ ouh.. aku lagi nyari kayu bakar buat kemping, dihutan ini juga. Tuh kayunya dimotor.” Jawab Romi.
“ sama siapa ?” tanya Julia.
“ sendirian, tadinya sih sama temen. Tapi temenya ada kepentingan mendadak trus aku sendiri.” Jawab Romi.
“ emangnya kamu gak takut dihutan sendirian ?” tanya Julia.
“ enggak lah, udah biasa. Kalau kamu mau kamu boleh koq tidur ditenda aku untuk malam ini. Pasti kamu juga ga tau kan mau tidur dimana malam-malam gini. “ jawab Romi.
“ emm boleh, kalau gak keberatan.” Ujar Julia.
“ gak lah.. yuk jalan.” Ajak Romi.
Romi dan Julia pun pergi ketenda didalam hutan. Sesampainya ditempat tersebut. Romi membuat api unggun untuk menghangatkan badan agar tidak kedinginan. Karena cuacanya sangat dingin.
“ kamu tidur sana didalam.” Ujar Romi.
“ lah kamu ntar tidurnya gimana ?” sahut Julia.
“ gampang, dah sanah kamu tidur gi..” ujar Romi.
Matahari sudah mulai menampakan sinarnya, pertanda sudah pagi. Bunga-bunga bermekaran, udara masih sangat menyengat dikulit. Membuat bulu kuduk merinding. Pemandangan sudah mulai terlihat indah. Julia pun terbangun dari tidurnya.
Tiba-tiba terdengar suara kemresek dibalik semak-semak. Julia pun seketika kaget mendengar suara tersebut. Namun Julia penasaran, Julia pun mendekati suara tersebut. Ternyata itu hanya kelinci yang sedang menggali tanah. Julia pun merasa lega.
Julia merasa senang saat bersama Romi, dan Julia pun semakin mantap untuk melangkah kejenjang pernikahan dengan Romi. Julia sangat mencintai Romi, begitupun dengan Romi.
Romi pun membujuk Julia untuk pulang kerumahnya. Namun Julia tidak mau, karena Julia ingin selalu bersama dengan Romi. Namun Romi memaksa Julia untuk pulang, setelah beberapa lama akhirnya Julia pun mau pulang kerumahnya.
Dan setelah Julia pulang, Julia pun dipaksa untuk menikah bahkan pernikahanya dipercepat. Dan Julia pun diperketat dengan penjagaan sehingga Julia tidak bisa untuk kabur lagi dari rumah.
1 bulan kemudian merupakan pernikahan Julia dengan Padres. Betapa hancurnya hati Romi ketika mendengar kabar tentang pernikahan Julia dengan Prades. Romi pun melakukan segala cara untuk bisa bertemu dengan Julia. Namun hasilnya nol, karena penjagaan dirumah Julia sangat ketat.
Julia pun tak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia hanya bisa pasrah dengan keadaanya sekarang. Namun cintanya dengan Romi tidak akan pernah pudar.
Tibalah dihari pernikahan Julia dengan Prades, awalnya Julia ingin bunuh diri dengan meminum obat nyamuk, namun hal itu digagalkan oleh penjaganya yang melihat Julia pada saat julai hendak meminum obat nyamuk tersebut.
Akhirnya Julia pun resmi menjadi suami Prades. Dan Romi pun pergi ke korea, disana Romi merantau untuk mendapatkan uang yang banyak. Meskipun begitu namun cinta Romi kepada Juli tidak pernah hilang walau ditelan waktu.
Setelah menikah, Prades pun menampakan diri dia yng sebenarnya. Yaitu lelaki yang jahat, suka memukuli Julia jika Julia bersalah walaupun permasalahnya hanya sepele. Dan Prades sering membawa perempuan lain kedalam kamarnya. Namun Julia tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia hanya bisa pasrah, dengan sikap Prades kepadanya. Orang Tua Julia pun jatuh sakit, dia menyesal telah menikahkan anaknya dengan lelaki yang tidak punya hati.
Orang tuanya juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena Prades sering mengancam orang tuanya kalau orang tuanya berani melaporkanya kepihak yang berwajib. Semua bisnis orang tuanya Julia sudah berpindah tangan atas nama Prades. Kini orang tuanya sudah tidak mempunyai apa-apa lagi. Suatu hari papahnya Julia meninggal karena terkena serangan jantung. Lalu disusul dengan ibunya.
Kini Julia sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi, dan Julia pun kini telah mengandung. Sudah 3 bulan usia kandungan Julia, namun Prades curiga dengan kandunganya Julia tersebut. Karena usia pernikahan mereka baru 2 bulan dan usia kandungan Julia sudah 3 bulan.
Julia pun tidak menyadari kalau kandunganya itu bukan lah anak kandung Prades. Setelah dugaan Prades benar akan kandunganya Julia tersebut. Diusirlah Julia oleh Prades dari rumahnya sendiri yang sekarang sudah diatas namakan Prades suaminya.
Julia pun pergi dari rumah, dan Julia tidak tau harus kemana. Dia terus berjalan dengan keadaanya yang sedang mengandung.
“ tuhan.. harus kemana kah diriku ini, seandainya dulu aku kekang memilih Romi. Semua ini pasti gak bakal terjadi. Sekarang Romi dimana yah..? apakah Romi sudah menikah dengan perempuan lain.” Ujar Julia sambil berjalan.
Meskipun Julia sedang mengandung, namun aura kecantikan Julia masih terpancar diwajahnya yang gemulai. Membuat orang yang melihatnya terpesona.
Suatu ketika Julia bertemu dengan mbok Sentir dijalan, kemudian dijaklah Julia kerumah mbok sentir yang kebetulan ia tinggal sendiri di gubug tua yang sudah reot.
“ non Julia.. sedang apa dijalan sendirian?” tanya mbok Sentir.
“ mbok.... kebetulan ketemu mbok (sambil memeluk) ceritanya panjang mbok.” Jawab Julia.
“ ya sudah ceritanya dirumah mbok aja yuk, non juga pasti capek kan.” Jawab mbok Sentir.
“ yukk mbok.” Ujar Julia.
Pergilah Julia kerumah Mbok sentir, dan disana Julia menceritakan semuanya. Lalu Julia pun diperbolehkan untuk tinggal bersama mbok Sentir.
10 tahun kemudian anak Julia pun sudah besar. Ia sangat cantik seperti ibunya Julia. Ia pun menjadi bunga desa dikampungnya tersebut. Banyak pemuda dikampung itu yang suka dengan anaknya Julia. Anak Julia tersebut bernama Rolia, nama Rolia tersebut diambil dari nama Romi Julia.
Rolia pun kini sekolah sudah kelas 3 SMP, disekolahnya ada anak orang kaya yang suka sama Rolia. Anak tersebut merupakan pindahan dari luar negri, dia bernama Rendi. Rendi tinggal dengan ayahnya, ibunya sudah meninggal ketika Rendi kelas 2 SMP.
Ayahnya merupakan seorang pengusaha yang sangat kaya, perusahaanya banyak dimana-mana. Ayahnya bernama Jhon samuel.
Saat Rendi menyatakan cintanya kepada Rolia, Rolia pun menerima cintanya Rendi karena Rolia juga suka dengan Rendi.
3 tahun sudah Rolia dan Rendi beracaran, sekarang Rolia dan Rendi sudah mau wisuda SMA. Dan Rendi mengajak Julia untuk bertemu dengan orang tuanya. Dan ayahnya setuju dengan hubungan mereka. Sekarang tinggal mamahnya Rolia, dan setelah bertemu. Mamahnya Rolia pun menyetujuinya. Dan mereka sepakat mau mengajak orang tuanya Rolia dan Rendi untuk bertemu.
Di restoran bertemulah kedua orang tuanya, Julia pun terkejut. Ternyata ayahnya Rendi adalah Romi. Romi pun memeluk Julia. Rolia dan Rendi pun heran dengan sikap orang tuanya.
“ Julia, kemana saja kamu. Lama tidak berjumpa.” Ujar Romi.
Julia pun langsung melepas pelukan Romi. Dan lari keluar dari restoran tersebut sambil menangis. Saat dijalan tiba-tiba Julia tertabrak truk.
“ Juliaaaa............” ujar Romi sambil lari karah Julia
“ Julia jangan pergi Julia, setelah lama kita tidak bertemu dan setelah ketemu kamu mau meninggalkan aku lagi Julia.” Ujar Romi.
“ aku mau jujur sama kamu, kalau Rolia adalah anak kamu. Aku menikah dengan Prades saat aku sudah mengandung anakmu sudah 1 bulan.” Sahut Julia dengan suara yang tersendat-sendat.
“ apah... jadi Rolia anak kita.” Ujar Julia.
Julia pun langsung meninggal seketika. Dan pada saat Romi hendak menggotongnya tiba-tiba ada mobil yang melaju dengan kencang, Romi dan Julia pun tertabrak. Dan Romi pun meninggal ditempat kejadian bersama Julia. Saat Romi meninggal tanganya menggenggam tangan Julia dengan kencang, hingga pada saat dimakamkan pun tangan Romi dan Julia tidak dapat dipisahkan. Sehingga mereka dikuburkan berdampingan.
Selesai....


MAKALAH TENTANG PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pendidikan  merupakan hal yang sangat penting untuk kemajuan bangsa seperti bangsa kita Indonesia. Mengingat di Negara yang kita cintai ini, pendidikan masih minim. Terutama PAUD/TK, banyak anak yang mengikuti jenjang pendidikan langsung ke pendidikan dasar/SD. Sebenarnya PAUD/TK juga sangat penting, karena untuk mengembangkan pola pikir anak. Namun warga kita sangat menyepelekan pendidikan usia dini (PAUD/TK).
Misalnya didesa Jambe Sewu Kec. Randudongkal Kab. Pemalang yang telah saya telusuri. Didesa itu bahkan tidak ada sekolahan untuk usia dini, jadi langsung kejenjang Pendidikan Dasar. Sehingga anak-anak tersebut dalam mengembangkan pola pikirnya kurang. Perlu orang tua ketahui bahwa anak memiliki kemampuan yang perlu diasah sejak dini, karena dengan mereka memiliki berbagai kemampuan tersebut tentunya sudah dapat dibentuk sedari dini.
Sayangnya banyak orangtua yang menganggap pendidikan anak usia dini tidak begitu penting, dengan alasan tidak ingin anaknya mengalami stres atau kehilangan masa bermain. Padahal, 70 persen pembentukan karakter manusia itu dimulai dari usia nol hingga 3 tahun.
Pendidikan anak usia dini yang orang tua berikan bagi anak merupakan suatu persiapan kematangan anak dalam menghadapi masa demi masa untuk perkembangannya di masa yang akan datang. Saat ini telah banyak berbagai sekolah taman kanak-kanak memberikan pendidikan yang baik dan berkualitas demi mengembangkan kemampuan dan bakat dalam diri anak tersebut. Oleh karena itu, diperlukan usaha dan orangtua dalam mengajar dan mendidik anak terutama dalam membaca. Mengajar anak membaca tidak harus melihat berapa usia yang tepat untuk mengajarkannya. Yang terpenting disini adalah Anda berusaha memberikan yang terbaik dalam pendidikannya kelak.
Oleh karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. Hal ini guna untuk memperbaiki pendidikan di indonesia yang masih minim. Dan untuk mewujudkan hal itu, diupayakan untuk para orang tua agar bisa menyekolahkan anaknya kejenjang yang lebih rendah dulu (PAUD/TK) baru kejenjang yang lebih tinggi. Karena anak-anak harus menyesuaikan pola pikirnya terlebih dahulu sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.

1.2  Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini, yaitu :
1.2.1        Untuk membentuk anak yang berkualitas.
1.2.2        Untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar disekolah yang lebih tinggi lagi atau diatasnya.

1.3  Manfaat
Manfaat dari pendidikan usia dini, yakni :
1.3.1        Anak dapat berkembang lebih baik dalam mengembangkan pola pikirnya
1.3.2        Mambantu daya kreativitas anak.
1.3.3        Dapat memperluas wawasan anak untuk pendidikan yang selanjutnya.

1.4  Rumusan Masalah
1.4.1        Apa pengertian pendidikan usia dini ?
1.4.2        Mengapa pendidikan usia dini sangat penting untuk perkembangan pola pikir anak ?
1.4.3        Apa saja cara atau metode  yang dilakukan guru didalam pembelajaran anak usia dini ?
1.4.4        Bagaimana peran orang tua dan metodenya  dalam membelajari anak usia dini ?








BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian pendidikan anak usia dini
            Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal dan informal.
Pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mempunyai peranan yang sangat penting yaitu sebagai :
§      Titik sentral strategi pembangunan sumber daya manusia.
§      Menentukan sejarah perkembangan anak selanjutnya, sebab merupakan fondasi dasar bagi kepribadian anak.
§      Anak yang mendapatkan pembinaan sejak dini akan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik maupun mental yang akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja, produktivitas, pada akhirnya anak akan mampu lebih mandiri dan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.
§      Merupakan Masa Golden Age (Usia Keemasan). Dari perkembangan otak manusia, maka tahap perkembangan otak pada anak usia dini menempati posisi yang paling vital yakni mencapai 80% perkembangan otak.
§      Cerminan diri untuk melihat keberhasilan anak dimasa mendatang. Anak yang mendapatkan layanan baik semenjak usia 0-6 tahun memiliki harapan lebih besar untuk meraih keberhasilan di masa mendatang. Sebaliknya anak yang tidak mendapatkan pelayanan pendidikan yang memadai membutuhkan perjuangan yang cukup berat untuk mengembangkan hidup selanjutnya.

2.2 Pentingnya pendidikan usia dini untuk perkembangan pola pikir anak
Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun, 80% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.
Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa.
Menurut Byrnes, pendidikan anak usia dini akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. “Saat ini, beberapa taman kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa PAUD pun sudah mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini,” jelas Byrnes.
Selanjutnya menurut Byrnes, bahwa pendidikan anak usia dini itu penting, karena di usia inilah anak membentuk pendidikan yang paling bagus. Di usia inilah anak-anak harus membentuk kesiapan dirinya menghadapi masa sekolah dan masa depan. Investasi terbaik yang bisa Anda berikan untuk anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini.
Menurut Erik Erikson dalam Malcolm Knowles ada tahapan-tahapan perkembangan psikososial anak yaitu sebagai berikut:
§      Tahap kepercayaan dan ketidak percayaan (trust versus misstrust), yaitu tahap psikososial yang terjadi selama tahun pertama kehidupan. Pada tahap ini,bayi mengalami konflik anatara percaya dan tidak percaya. Rasa percaya menuntut perasaan nyaman secara fisik dan sejumlah kecil ketakutan serta kekhawatiran akan masa depan.
§      Tahap otonomi dengan rasa malu dan ragu (autonomi versus shame and doubt), yaitu tahap kedua perkembangan psikososial yang berlangsung pada akhir masa bayi dan masa baru pandai berjalan. Setelah memperoleh kepercayaan dari pengasuh mereka, bayi mulai menemukan bahwa perilaku mereka adalah milik mereka sendiri. Mereka mulai menyatakan rasa mandiri atau atonomi mereka dan menyadari kemauan mereka. Jika orangtua cenderung menuntut terlalu banyak atau terlalu membatasi anak untuk menyelidiki lingkungannya, maka anak akan mengalami rasa malu dan ragu-ragu.
§      Tahap prakarsa dan rasa bersalah (initiatif versus guilt), yaitu tahap perkembangan psikososial ketiga yang berlangsung selama tahun pra sekolah. Pada tahap ini anak terlihat sangat aktif, suka berlari, berkelahi, memanjat-manjat, dan suka menantang lingkungannya. Dengan menggunakan bahasa, fantasi dan permainan khayalan, dia memperoleh perasaan harga diri. Bila orangtua berusaha memahami, menjawab pertanyaan anak, dan menerima keaktifan anak dalam bermain, maka anak akan belajar untuk mendekati apa yang diinginkan, dan perasaan inisiatif semakin kuat. Sebaliknya, bila orangtua kurang memahami, kurang sabar, suka memberi hukuman dan menganggap bahwa pengajuan pertanyaan, bermain dan kegiatan yang dilakukan anak tidak bermanfaat maka anak akan merasa bersalah dan menjadi enggan untuk mengambil inisiatif mendekati apa yang diinginkannya.
§      Tahap kerajinan dan rasa rendah diri (industry versus inferiority),yaitu perkembangan yang berada langsung kira-kira tahun sekolah dasar. Pada tahap ini, anak mulai memasuki dunia yang baru, yaitu sekolah dengan segala aturan dan tujuan. Anak mulai mengarahkan energi mereka menuju penguasaan pengetahuan dan keterampilan intelektual.perasaan anak akan timbul rendah diri apabila tidak bisa menguasai keterampilan yang diberikan disekolah.
§      Tahap identitas dan kekacauan identitas (identity versus identity confusion), yaitu perkembangan yang berlangsung selama tahun-tahun masa remaja. Pada tahap ini, anak dihadapkan pada pencarian jati diri. Ia mulai merasakan suatu perasaan tentang identitasnya sendiri, perasaan bahwa ia adalah individu unik yang siap memasuki suatu peran yang berarti ditengah masyarakat baik peran yang bersifat menyesuaikan diri maupun memperbaharui. Apabila anak mengalami krisis dari masa anak kemasa remaja maka akan menimbulkan kekacauan identitas yang mengakibatkan perasaan anak yang hampa dan bimbang.
§      Tahap keintiman dan isolasi (intimacy versus isolation), yaitu perkembangan yang dialami pada masa dewasa. Pada masa ini adalah membentuk relasi intim dengan oranglain. Menurut erikson, keintiman tersebut biasanya menuntut perkembangan seksual yang mengarah pada hubungan seksual dengan lawan jenis yang dicintai. Bahaya dari tidak tercapainya selama tahap ini adalah isolasi, yakni kecenderungan menghindari berhubungan secara intim dengan oranglain kecuali dalam lingkup yang amat terbatas.
§      Tahap generativitas dan stagnasi (generativity versus stagnation), yaitu perkembangan yang dialami selama pertengahan masa dewasa. Ciri utama tahap generativitas adalah perhatian terhadap apa yang dihasilkan (keturunan, produk, ide-ide, dan sebagainya) serta pembentukan dan penetapan garis-garis pedoman untuk generasi mendatang. Apabila generativitas tidak diungkapkan dan lemah maka kepribadian akan mundul mengalami pemiskinan dan stagnasi.
§      Tahap integritas dan keputusasaan (integrity versus despair), yaitu perkembangan selama akhir masa dewasa. Integritas terjadi ketika seorang pada tahun-tahun terakhir kehidupannya menoleh kebelakang dan mengevaluasi apa yang telah dilakukan dalam hidupnya selama ini, menerima dan menyesuaikan diri dengan keberhasilan dan kegagalan yang dialaminya, merasa aman dan tentram, serta menikmati hidup sebagai yang berharga dan layak. Akan tetapi, bagi orangtua yang dihantui perasaan bahwa hidupnya selama ini sama sekali tidak mempunyai makna ataupun memberikan kepuasan pada dirinya maka ia akan merasa putus asa.
2.3 Metode guru dalam membelajari anak usia dini
Pendidikan dini bagi anak-anak usia (3-6 tahun) merupakan hal yang penting, karena pada usia ini merupakan masa membentuk dasar-dasar kepribadian manusia, kemampuan berfikir, kecerdasan, keterampilan serta kemandirian maupun kemampuan bersosialisasi. Pada dasarnya dunia anak adalah dunia fundamental dari perkembangan manusia menuju manusia dewasa yang sempurna.
Menurut Peraturan Pemerintah No 27 tahun 1990 tentang pendidikan usia dini, Kelompok Bermain adalah salah satu bentuk usaha kesejahteraan anak dengan mengutamakan kegiatan bermain, yang juga menyelenggarakan pendidikan usia dini bagi anak usia 3 tahun sampai memasuki pendidikan dasar.
Selama usia (3-6 tahun),taman kanak-kanak, pusat penitipan anak-anak dan kelompok bermain semuanya menekankan permainan yang memakai mainan. Akibatnya baik sendiri atau berkelompok mainan merupakan unsure yang penting dari aktivitas bermain anak. Bermain dengan teman-teman sebayanya, anak dirangsang dalam kemampuan mental seperti kecerdasan, kreativitas, kemampuan sosial yang sangat bermanfaat pada masa kini dan masa yang akan datang. Kegiatan bermain memiliki arti positif terhadap perkembangan sosial anak. Karena dengan bermain mereka lebih banyak mengenal benda-benda yang berguna bagi perkembangan sosialnya.
Hal ini dapat terlihat dengan mengenal benda seperti mobil dapat mengembangkan rasa sosial anak dimana benda tersebut dapat membantu orang lain pergi kesuatu tempat tertentu. Secara lebih jauh dapat dilihat dengan adanya perkembangan teknologi menunjukan makin menariknya teknis dan permainan elektronik bagi anak yang ditunjang oleh situasi dan kondisi dimana anak-anak sulit mendapat teman sebaya untuk bersosialisasi sehingga anak dapat menonton atau bermain sendiri tanpa memerlukan orang lain.
Dengan demikian metode guru dalam membelajarkan pendidikan anak usia dini yaitu dengan menggunakan metode menghibur yaitu dengan bermain. Bermain sendiri merupakan hak asasi bagi anak usia dini yang sangat penting guna mengembangkan kepribadianya. Bermain bagi seorang anak tidak sekedar mengisi waktu, namun merupakan media anak untuk belajar. Setiap bentuk kegiatan bermain pada anak usia dini mempunyai nilai positif terhadap perkembangan kepribadianya.
Dalam bermain anak memiliki kesempatan untuk mengekspresikan sesuatu yang ia rasakan dan pikirkan. Dengan bermain anak sebenarnya sedang mempraktekan ketrampilan dan anak mendapatkan kepuasan dalam bermain, yang berarti mengembangkan dirinya sendiri.
Dalam kegitan pembelajaran di PAUD pengajar harus memiliki teknik dan cara mengajar yang baik, yaitu diantaranya :
1.      Cintai dan sayangi anak didik seperti anak kita sendiri. Seorang pendidik yang baik akan dapat meresapi dalam hatinya bahwa ia sangat mencintai dan menyayangi anak didiknya disekolah seperti ia mencintai dan menyayangi anak-anaknya sendiri dirumah.
2.      Mengajar dengan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak. Apa yang dilakukan pendidik disekolah dan lembaga PAUD berorientasi pada kebutuhan perkembangan anak dalam belajarnya. Setia anak diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan keinginan yang ditanggapi dengan antusias yang sama oleh pendidik.
3.      Berikan penampilan yang terbaik dan terindah dalam mengajar. Seorang pendidik harus memberikan penampilan dan kemmampuan yang terbaik dalam mengajar, misalnya dalam menyanyi seorang pendidik PAUD harus berusaha menyanyi dengan suara yang baik dan merdu didengar anak demikian juga dngan aspek-aspek lainya, seperti pakaian, cara bersikap, dan sebagainya.
4.      Mengajar dengan penuh semangat dan antusias. Pendidik hrus terlihat bersemangat dan penuh motivasi dalam mengajar, semangat keceriaan yang sesuai dengan dunia anak harus dilakukan agar anak  juga termotivasi untuk belajar dikelasnya.
5.       Perhatikan setiap sudut keberadaan anak. Pendidik harus jeli mengawasidan memperhatikan anak sampai kesetiap sudut, agar dapat menangkap setiap gerakan anak. Dalam situasi tertentu kontak mata dengan anak tidak lagi dibutuhkan, lihat seluruh anak dengan rata-rata air diseluruh kepala mereka saja untuk mengetahui keberadaan kawanan secara ebih cepat.
6.      Jangan berteriak-teriak mengulangi perintah yang sama. Kita jangan berteriak-teriak kepada anak untuk mengulang perintah yang sama kepada anak , karena semakin kita berteriak dan ulangi maka anak akan semakin mengabaikanya dihari berikutnya. Jadi lebih bik tunggu jeda ketika anak sudah tenang barulah kita lakukan satu kali perintah dengan jelas dan tegas.
7.      Gunakan prinsip iklan “kesan pertama begitu menggoda”. Tariklah perhatian anak dengan suatu yang menggoda untuk mengajak anak memperhatikan kita misalnya dengan bunyi-bunyian, lagu, bentuk, cahaya, gerakan, dll. Sehingga pendidik tidak perlu berteriak-teriak memanggil anak-anak untuk menarik perhatianya.
8.      Tegas tapi tidak marah. Dalam menerapkan disiplin dan peraturan pendidik harus tegas dan konsisten tetapi tidak terlihat emosi apalagi dengan marah-marah kepada anak. Berikan sebuah komitmen bahwa kita mempunyai aturan dan batasan tindakan yang harus diperhatikan anak.
9.      Tanggap terhadap keluhan anak tapi tidak pada kemalasan. Pendidik harus menanggapi setiap keluhan anak yang bersifat kamajuan dalam perkembangan belajar anak, tetapi kadang kita hrus tahu ada anak tertentu yang besikap malas, keluhanya karena rasa malas yang dimiliki anak tidak kita berikan toleransi dalam rangka penegakan disiplin pada anak.
10.  Kreativitas yang tinggi. Kreativitas yang tinggi dan selalu up to date harus selalu jadi ciri pendidik PAUD yang baik. Setiap hari kita harus selalu berfikir ide apa yang menarik, efektif, dan membantu perkembangan belajar anak supaya lebih baik. Pendidik PAUD harus selalu berusaha meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengajar dan mendidik anak-anaknya.
Kunci dari keberhasilan, kesuksesan pendidik PAUD dalam mengajar dan mendidik anak-anak adalah komunikasi yang baik. Karena dengan komunikasi yang baik akan terjalin hubungan yang baik antara kita sebagai pendidik dengan anak-anak didik kita. 
2.4 Peran orang tua dan metodenya dalam membelajari anak usia dini
            Anak merupakan perwujudan cinta kasih orang dewasa yang sudah siap atau tidak menjadi orang tua. Memiliki anak dapat mengubah banyak hal dalam kehidupan, yang pada akhirnya kita dituntut untuk siap menjadi orang tua yang harus dapat mempersiapkan anak-anak kita agar dapat menjalankan kehidupan masa depan mereka dengan baik.
Mengenal, mengetahui, memahami dunia anak memang bukan sesuatu hal yang mudah. Dunia yang penuh warna-warni, dunia yang segalanya indah, mudah, ceria, penuh cinta, penuh keajaiban, dan penuh kejutan. Namun dalam kepemilikanya banyak bergantung pada orang tua.
            Peranan orang tua begitu besar dalam membantu anak-anak agar siap untuk menjalankan kehidupanya. Anak-anak sudah harus memiliki kreativitas yang tinggi sejak dini. Oleh sebab itu anak-anak yang mempunyai intelektualitas yang tinggi akan lebih mudah menerima dengan baik semua yang diajarkan . mereka akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi, lebih mudah untuk beradaptasi, lebih mudah menerima hal-hal yang baru, dan intelektualitas anak bisa dikembangkan jauh sebelum mereka masuk sekolah. Kondisi seperti itulah yang yang menempatkan orang tua sebagai guru pertama bagi anak-anaknya dalam progam pendidikan informal yang terjadi dilingkungan keluarga.
Dalam membelajari anak usia dini, orang tua juga bisa memilih metode atau cara pengajaran seperti dibawah ini :
§      Metode Global (Ganze Method)
            Anak belajar membuat suatu kesimpulan dengan kalimatnya sendiri. Contohnya, ketika membaca buku, minta anak menceritakan kembali dengan rangkaian katanya sendiri. Sehingga informasi yang anak peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diserap lebih lama. Anak juga terlatih berpikir kreatif dan berinisiatif.
§      Metode Percobaan (Experimental method)
            Metode pengajaran yang mendorong dan memberi kesempatan anak melakukan percobaan sendiri. Menurut Maryam, staf pengajar di Sekolah Alam Ciganjur, Jakarta Selatan, terdapat tiga tahapan yang dilakukan anak untuk memudahkan masuknya informasi, yaitu mendengar, menulis atau menggambar lalu melihat dan melakukan percobaan sendiri. Misalnya, anak belajar tentang tanaman pisang, pendidik tak hanya menjelaskan tentang pisang tapi juga mengajak anak ke kebun untuk mengeksplorasi tanaman pisang. Dengan belajar dari alam, anak dapat mengamati sesuatu secara konkret. Kegiatan ini dapat dilakukan mulai umur empat sampai 12 tahun.
§      Metode Resitasi (Recitation Method)
            Berdasarkan pengamatan sendiri, minta anak membuat resume. Maryam menambahkan, pada usia 4-12 tahun merupakan masa kritis anak yang selalu menanyakan, Mengapa begini dan begitu?. Misalnya anak bertanya, Mengapa pohon dapat berbuah? Libatkan anak untuk mengamati proses pembiakan lalu minta anak menyimpulkannya sendiri.
§      Metode Latihan Keterampilan (Drill Method)
            Kegiatan yang mewakili metode ini sering Anda lakukan bersama si kecil, yaitu membuat prakarya (artwork). Sekolah Learning Vision menggunakan metode ini untuk mendorong anak belajar menjalani proses ketika membuat patung dari lilin atau karya tiga dimensi lainnya. Selain melatih kemampuan motoriknya, seperti menulis, menggambar, menghias dan menggunakan alat-alat. Anda juga dapat mengajarkan anak berhitung secara konkret.
§      Metode Pemecahan Masalah (Problem solving Method)
            Berikan soal-soal yang tingkat kesulitannya dapat disesuaikan dengan kemampuan anak. Lalu ajak anak mencari solusinya bersama-sama.
§      Metode Perancangan (Project Method )
            Kegiatan yang mengajak anak merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian. Salah satu sekolah yang menggunakan metode ini adalah Tutor Time. Pola pikir anak menjadi lebih berkembang dalam memecahkan suatu masalah serta membiasakannya menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki.
§      Metode Bagian (Teileren Method)
            Metode pengajaran ini mengaitkan sebagian-sebagian petunjuk yang mengarah pada sesuatu, seperti potongan puzzle yang digabungkan satu persatu, setelah orang tua berhasil mengidentifikasi.
Demikian merupakan metode pembelajaran untuk anak usia dini, metode-metode diatas bisa menjadi pedoman bagi para orang tua dalam mendidik anak agar menjadi anak yang berkualitas, berintelektual, dan berkreativitas.

BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Pendidikan anak usia dini (PAUD) sangatlah penting bagi tumbuh kembang anak. Pada usia 0-6 tahun merupakan masa pembentukan dasar-dasar kepribadian manusia, kemampuan berfikir, ketrampilan, kemandirian, bersosialisasi dan  kecerdasan. Karena menurut penelitian kecerdasan anak puncaknya terjadi pada saat umur 4 tahun. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Dan cara atau metode yang tepat dalam mengajarkan anak usia dini yaitu dengan bermain. Karena bermainya seorang anak bukan sekedar mengisi waktu melainkan media untuk belajar anak, dan setiap kegiatanya dalam bermain memunyai nilai yang positif terhadap perkembangan kepribadianya. Dan dalam bermain anak memiliki kesematan untuk mengekspresikan sesuatu yang anak itu pikirkan dan rasakan. Sebenarnya dengan bermain anak sedang mempraktekan ketrampilanya dalam mengembangkan dirinya.
Oleh sebab itu pendidikan anak usia dini sangatlah penting untuk perkembangan anak, karena anak yang semenjak usia 0-6 tahun sudah mendapat layanan yang baik maka anak akan memiliki harapan lebih besar untuk meraih keberhasilan dimasa mendatang. Dan bila yang tidak mendapatkan pelayanan pendidikan yang memadai maka anak harus membutuhkan perjuangan yang cukup berat untuk mengembangkan hidupnya selanjutnya.

3.2 Saran
            Pendidikan anak usia dini yang orang tua berikan bagi anak merupakan suatu hal yang sangat penting  untuk persiapan kematangan anak dalam mengahadapi masa yang akan datang. Kini telah banyak berdiri  sekolah taman kanak-kanak/PAUD yang memberikan pendidikan yang baik dan berkualitas yang dapat mengembangkan kemampuan dan bakatnya. Namun bukan hanya pendidikan disekolahan  saja yang harus dilakukan untuk pendidikan sang anak,  melainkan juga  pendidikan dilingkungan keluarga. Karena pendidikan keluargalah yang sangat menentukan karakter perkembangan anak.
            Oleh karena itu diperlukan usaha dan peran orang tua dalam mengajar dan mendidik anak supaya anak tersebut  mempunyai kreativitas dan intelektualitas yang tinggi. Karena dengan intelektualitas yang tinggi anak akan lebih mudah menerima dengan baik semua yang diajarkan, memiliki kepercayaan diri yang tinggi, lebih mudah untuk beradaptasi dan lebih mudah  menerima hal baru. Dan untuk mewujudkanya orang tua harus ikut serta dalam mengembangkan karakter anak yaitu bisa dengan memberikan pendidikan dilingkungan keluarga dengan metode-metode yang sudah tertera diatas. Karena peran orang tua sangat besar dalam membantu anak untuk menjalankan kehidupan selanjutnya. Dan memberikan pendidikan di sekolahan baik dari jenjang yang lebih rendah ( TK/PAUD) sampai ke jenjang yang lebih tinggi (perguruan tinggi).




























DAFTAR PUSTAKA

Taqiyuddin, M., (2005). Pendidikan Untuk semua (Dasar dan Falsafah Pendidikan Luar Sekolah). Cirebon: STAIN Cirebon Press.tanggal 18 Okt 2014 16:30:15 GMT

Mulyadi, S., (2004) Bermain dan Kreativitas (Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain). Papas Sinar Sinanti : Jakarta. 23 Okt 2014 19:47:13 GMT

http://ekynozi.blogspot.com/ tanggal 21 Okt 2014 23:10:34 GMT