Sersanto Aji Aribowo
1513500018
PBSID / 6C
Artikel
: Klausa
·
Pengertian Klausa
Klausa adalah satuan gramatikal, berupa
sekolompok kata yang sekurang-kurangnya terdiri dari subjek (s) dan prediket
(p) dan mempunyai potensi untuk menjadi kalimat. Klausa adalah unsur kalimat
karena sebagian besar kalimat terdiri dari dua unsur klausa. Unsur inti klausa
adalah s dan p. Namun demikian s juga sering dibuangkan, misalnya dalam kalimat
luas sebagai akibat dari penggabungan klausa dan kalimat jawaban.
Dari definisi di atas dapat ditarik
kesimpulan bahwa klausa adalah satuan gramatik yang terdiri atas prediket baik
diikuti oleh subjek, objek, pelengkap, keterangan atau tidak dan merupakan
bagian dari penanda klausa. Penanda klausa adalah P. Tetapi yang menjadi klausa
bukan hanya P, jika mempunyai S. Klausa terdiri atas S dan P, jika mempunyaiS,
klausa terdiri atas S, P dan O. Jika tidak memiliki O dan keterangan, klausa
terdiri atas P, O dan keterangan. Demikian seterusnya.
Contohnya
dalam kalimat jawaban atau dalam bahasa Indonesia Lisan tidak resmi.
Contoh
kalimat jawaban:P : kamu memanggil siapa?J : teman satu kampus (s) dan P-nya
dihilangkan.
Contoh
dalam bahasa tidak resmi : saya telat! P-nya dihilangkan.Klausa merupakan
bagian dari kalimat. Oleh karena itu, klausa bukan kalimat. Klausa belum
mempunyai intonasi lengkap. Sementara itu kalimat sudah mempunyai intonasi
lengkap yang sudah ditandai dengan adanya kesenyapan awal dan kesenyapan akhir
yang menunjukkan bahwa kalimat tersebut sudah selesai.
·
Jenis-Jenis Klausa
Ada
tiga hal yang dapat mengklasifikasikan klausa. Ketiga dasar itu adalah
1.Klasifikasi
klausa berdasarkan struktur internnya mengacu pada hadir tidaknya unsur inti
klausa yaitu S dan P. Dengan demikian, unsur ini klausa yang bisa tidak hadir
adalah S. Sedangkan P unsur inti klausa selalu hadir. Atas dasar itu, maka
hasil klasifikasi klausa berdasarkan unsur internnya.
2.Klasifikasi
klausa berdasarkan kategori frasa yang menduduki fungsi P, contoh : mahasiswa
itu belum mengerjakan tugas.
3.Klasifikasi
klausa berdasarkan ada tidaknya unsur negasi yang mengaktifkan P, klausa
positif ialah klausa yang ditandai tidak adanya unsur negasi yang mengaktifkan
P. Contoh : mahasiswa itu mengerjakan tugas.
1.1
Klasifikasi klausa berdasarkan kategori frasa yang menduduki fungsi P. Dapat
diklasifikasikan menjadi :
1.Klausa nomina adalah klausa yang
P-nyaberupa frasa nomina.
Contoh : dia seorang sukarelawan.
2.Klausa verba adalah klausa yang P-nya
berupa frasa verba.
Contoh : dia membantu para korban banjir.
3.Klausa adjective adalah klausa yang
P-nya berupa frasa adjective.
Contoh : gedung itu sangat tinggi.
4.Klausa numeralia adalah klausa yang
P-nya berupa frasa numeralia.
Contoh : mahasiswanya sembilan orang.
5.Klausa preposiona adalah klausa yang
P-nya berupa frasa preposiona.
Contoh : baju saya di dalam lemari.
6.Klausa pronomial adalah klausa yang
P-nya berupa frasa pronomial.
Contoh : hakim memutuskan bahwa dialah
yang bersalah.
1.2
Klasifikasi klausa berdasarkan potensinya untuk dijadikan kalimat dapat
dibedakan atas :
1.klausa bebas adalah klausa yang memiliki
kalimat mayor, atau sebuah kalimat yang merupakan bagian dari kalimat yang
lebih besar.
Contoh : semuaorang mengatakan bahwa dia
yang bersalah.
2.Klausa terikat adalah klausa yang tidak
memiliki potensi untuk menjadi kalimat mayor, hanya berpotensi menjadi
kalimatminor. Kalimat minor adalah konsep yang merangkim panggilan.
Contoh : semua murid sudah pulang, kecuali
yangdihukum.
1.3 Klasifikasi
klausa berdasarkan kriteria latarnya dalam kalimat klausa dapat dibedakan atas
:
1.Klausa atasan adalah klausa yang tidak
menduduki fungsi sintaksis dari klausa lainnya. Contoh : ketika paman datang,
kami sedang belajar.
2.Klausa bawahan adalah klausa yang
menduduki fungsi sintaksis atau menjadiunsur dari klausa lainnya.
Contoh : dia mengira bahwa hari ini akan
hujan.
DAFTAR
PUSTAKA : Ramlan, M. 1986. Ilmu Bahasa Indonesia Sintaksis. Yogyakarta; VC.
Karyana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar