MODEL PEMBELAJARAN STAD
2.1
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
STAD (Student
Teams Achievement Division) merupakan satu sistem belajar kelompok yang di
dalamnya siswa di bentuk ke dalam kelompok yang terdiri dari 4-5orang secara
heterogen.
Menurut Ibrahim
(2000: 10) model pembelajaran kooperatif tipe STAD dikembangkan oleh Slavin dan
merupakan tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana diterapkan dimana
siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari empat sampai enam orang
yang bersifat heterogen, guru yang menggunakan STAD mengacu kepada belajar
kelompok yang menyajikan informasi akademik baru kepada siswa menggunakan
presentasi verbal atau teks. Beedasarkan pendapat tersebut peneliti berpendapat
bahwa dalam hal ini model pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah model yang
paling sederhana untuk diterapkkan pada siswa.
Sementara
menurut (Slavin, 2008: 188) mengemukakan bahwa pembagian kelompok yang
memperhatikan keragaman siswa dimaksudkan supaya siswa dapat menciptakan kerja
sama yang baik, sebagai proses 10
menciptakan saling percaya dan saling
mendukung. Keragaman siswa dalam kelompok mempertimbangkan latar belakang siswa
berdasarkan prestasi akademis, jenis kelamin, dan suku.
Syarat lain dari model belajar kooperatif
tipe STAD adalah jumlah anggota pada setiap kelompok sebaiknya terdiri dari 4-5
orang. Jumlah anggota yang sedikit dalam setiap kelompok memudahkan siswa
berkomunikasi dengan teman sekelompok. Pentingnya pembagian kelompok seperti
ini didasarkan pada pemikiran bahwa siswa lebih mudah menemukan dan memahami
konsep yang sulit jika masalah itu dipelajari bersama.
Berdasarkan pendapat diatas peneliti
berpendapat bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD diharapkan dapat
lebih bermakna bagi siswa, melalui segala macam kegiatan yang dilakukan oleh
secara langsung oleh siswa didalam kelompoknya masing-masing.
2.1.1 Keunggulan dan Kekurangan Model
Kooperatif Tipe STAD
Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
mempunyai beberapa keunggulan (Slavin, 1997: 17) :
a. Siswa bekerja sama dalam mencapai
tujuan dengan menjunjung tinggi norma-norma kelompok.
b. Siswa aktif membantu dan memotivasi
semangat untuk berhasil bersama.
c. Aktif berperan sebagai tutor sebaya
untuk lebih meningkatkan keberhasilan kelompok.
d. Interaksi antar siswa seiring dengan
peningkatan kemampuan mereka dalam berpendapat.
Selain keunggulan model pembelajaran
kooperatif tipe STAD juga memiliki kekurangan, diantaranya adalah :
a. Membutuhkan waktu yang lebih lama
bagi siswa sehingga sulit mencapai target kurikulum.
b. Membutuhkan waktu yang lebih lama
bagi guru sehingga pada umumnya guru tidak mau menggunakan pembelajaran
kooperatif.
c. Membutuhkan kemampuan khusus guru
sehingga tidak semua guru dapat melakukan pembelajaran kooperatif.
d. Menuntut sifat tertentu dari siswa,
misalnya sifat suka bekerja sama .
Dari penjelasan tersebut penulis
berpendapat bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah model pembelajaran
yang mengedepankan kerjasama dalam suatu tim atau kelompok demi tercapainya
tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada proses pembelajaran itu sendiri.
menciptakan saling percaya dan saling
mendukung. Keragaman siswa dalam kelompok mempertimbangkan latar belakang siswa
berdasarkan prestasi akademis, jenis kelamin, dan suku.
Syarat lain dari model belajar
kooperatif tipe STAD adalah jumlah anggota pada setiap kelompok sebaiknya
terdiri dari 4-5 orang. Jumlah anggota yang sedikit dalam setiap kelompok
memudahkan siswa berkomunikasi dengan teman sekelompok. Pentingnya pembagian kelompok
seperti ini didasarkan pada pemikiran bahwa siswa lebih mudah menemukan dan
memahami konsep yang sulit jika masalah itu dipelajari bersama.
Berdasarkan pendapat diatas peneliti
berpendapat bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD diharapkan dapat
lebih bermakna bagi siswa, melalui segala macam kegiatan yang dilakukan oleh
secara langsung oleh siswa didalam kelompoknya masing-masing.
2.1.2 Langkah-langkah Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe STAD
Menurut Slavin (2008: 188)
langkah-langkah yang harus ditempuh dalam pembelajaran STAD adalah :
1. Sajian materi oleh guru
2. Siswa bergabung dalam kelompok yang
terdiri dari 4-5 orang. Sebaiknya kelompok dibagi secara heterogen yang terdiri
atas siswa dengan beragam latar belakang, misalnya dari segi: prestasi, jenis
kelamin, suku dll.
3. Guru memberikan tugas kepada kelompok
untuk mengerjakan latihan / membahas suatu topik lanjutan bersama-sama. Disini
anggota kelompok harus bekerja sama.
4. Tes / kuis atau silang tanya antar
kelompok. Skor kuis / tes tersebut untuk menentukan skor individu juga
digunakan untuk menentukan skor kelompok.
5. Penguatan dari guru .
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian
ini adalah :
Jika pembelajaran Sains menggunakan
model kooperatif tipe STAD dan dilaksanakan dengan langkah-langkah yang tepat,
maka dapat meningkatkan aktivitas belajar yang kooperatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar