ROMI
ROMEO
Suatu hari lahirlah seorang anak perempuan yang
sangat cantik rupanya, ia bernama Julia. Julia merupakan anak dari seorang
saudagar kaya yang bernama Kisumono dan Santini. Sejak kecil Julia sudah
diperlakukan layaknya seperti seorang putri raja. Dan Julia mempunyai
pengasuhnya yang sekaligus menjadi temen curhatnya, ia bernama mbok Sentir.
Karena orang tua Julia sangat sibuk dengan urusan bisnisnya sehingga jarang ada
waktu buat Julia karena harus pulang pergi keluar kota.
Kecantikan julia membuat semua orang yang
melihatnya akan terpincut denganya termasuk anak pengusaha terkaya didesanya.
ia bernama Prades . Prades merupakan tipikal orang yang kalau ingin sesuatu
harus terwujud bagaimanapun caranya.
Suatu ketika datanglah Prades kerumah Julia
untuk bertemu dengan orang tuanya. Ia hendak ingin membuat kesepakatan dengan
orang tua Julia.
“ kedatanganku kesini karena ada bisnis yang
sangat menguntungkan buat anda.” Ujar Prades dengan lantang.
“ oh.. bisnis apakah itu tuan Prades ?” tanya
Kisumono.
“ saya
akan memberikan kamu saham kelapa sawit
50% asalkan kamu mau menikahiku dengan anakmu Julia. Bagaimana, apakah
kamu setuju ?” tanya Prades.
“ apa...! itu tidak mungkin. Julia masih kecil,
tidak mungkin Julia akan menikah diusianya yang masih sangat muda.” Jawab
Kisumono.
“ bagaimana kalau saya serahkan semua saham
kelapa sawit atas nama kamu ditambah uang 100juta.” Tanya Prades kembali.
“ okeh saya setuju.. kapan tanggalnya.?” Tanya
Kisumono dengan perasaan bahagia.
“ saya tidak mau terburu-buru. Saya mau
pendekatan dulu dengan Julia.” Jawab Prades dengan enteng.
“ okeh boleh diatur..... minggu depan ulang
tahun Julia, saya akan membuat pesta agar kamu bisa pendekatan dengan Julia.
Bagaimana ?” tanya Kisumono.
“ bukan ide yang buruk. Oke..saya setuju.” Jawab
Prades.
Santini pun pergi menemui Julia, ia akan
memberitahu tentang perjodohanya dengan Padres.
“ Julia, kamu sudah besar. Dan sudah waktunya
kamu menikah. Padres adalah lelaki yang pantas untuk menikahimu Julia.” Ujar
Santini.
“ apa...! menikah..? Julia baru saja lulus SMA
mam, Julia masih pengen sekolah lagi.” Sahut Julia.
“ sekolah gampang, setelah kamu menikah kamu
juga masih bisa koq untuk sekolah lagi.” Sahut Santini.
“ Julia gak mau mam.. Julia mau sekolah, julia
gak mau nikah dulu. Apalagi dengan lelaki yang Julia belum kenal.” Ujar Julia.
“ mau gak mau kamu harus mau, harusnya kamu
bersyukur ada lelaki dari anak pengusaha terkaya didesa kita. Udah kamu jangan
bantah. Besok malem kamu siap-siap untuk pesta ulang tahunmu.” Sahut Santini.
Betapa hancurnya hati julia ketika dia dipaksa
menikah dengan pilihan orang tuanya itu. Namun Julia tidak bisa berbuat apa-apa
lagi, dia hanya bisa pasrah dengan apa yang sedang ditimpanya sekarang. Dan
cita-citanya ingin melanjutkan sekolah kini hanya tinggal nama.
Keesokan harinya, Julia pun bersiap-siap untuk
kepesta yang telah disiapkan oleh orang tuanya yaitu disebuah taman yang sudah
didekorasi sedemikian rupa. Sehingga terkesan indah dan alami.
“ non juli, malam ini non kelihatan sangat
cantik sekali dengan memakai gaun itu.” Ujar mbok Sentir.
“ ah..mbok bisa saja. Oia mbok mama sama papa
kemana mbok ?” tanya Julia.
“ sudah berangkat non, oia non kendaraan yang buat nganter non kepesta sudah
disiapkan didepan rumah.” Jawab mbok Sentir.
“ oia mbok makasih mbok.” Ujar Julia.
“ iya non sama-sama.” Sahut Mbok Sentir.
Julia pun bersiap-siap untuk pergi kepesta.
Setelah sampai Julia pun langsung masuk dan karena pestanya sudah mau
dimulai Julia buru-buru masuk kedalam,
dan dalam perjalanan Julia bertabrakan dengan seseorang yang tampan rupanya.
Dia adalah Romi, Romi merupakan anak keturunan ningrat.
“ aww.....” ujar Julia.
“ upss..maaf yah saya tidak sengaja, maaf
yah....” sahut Romi.
“ iya gapapa koq, aku yang salah. Soalnya aku
buru-buru.” Ujar Julia.
Pada saat Romi ingin berkenalan, Julia keburu
masuk kedalam.
“ haii tunggu, siapa nama kamu.........!” tanya
Romi.
“ maaf saya buru-buru..” jawab Julia sambil lari
masuk kedalam.
Pestanya pun sudah dimulai, Julia pun meniup
lilin dan mekluis.
“ tuhan, jika boleh.. aku ingin melanjutkan
sekolah. Jika tidak boleh, izinkan saya memilih pasangan hidup saya tuhan...
saya gak mau kalau dijodohin.. emangnya ini jaman siti nurbaya apa. Tuhan
kabulkanlah permintaan hamba tuhan.. amiieennn...” ujar Julia dalam hati saat
mekluis.
Pesta dansa pun dimulai, dan ibunya Julia
Santini pun memanggil Prades untuk mengenalkan Julia kepadanya.
“ hai prades, “ sapa Santini
“ eh tante....” ujar Prades.
“ iya, Julia kenalin ini Prades yang mamah
ceritain kemarin.” Sahut Prades.
“ oh hai... Mamah boleh saya kesana sebentar mah
?” tanya Julia.
“ gak boleh, kamu harus nemenin Prades. Udah
sekarang kamu ajak Prades dansa sana.” Jawab Santini.
“ tapi mah..” ujar Julia.
“ gak ada tapi-tapian. Udah sana.....(sahut
Santini) Prades tante titip Julia yah”. Ujar Santini pada Prades.
Musik telah berdengung, Julia pun berdansa
dengan Prades. Namun ketika Julia dan Prades sedang berdansa, tiba-tiba Romi
mengalihkan dansa tersebut. Dan akhirnya Julia dan Romi yang berdansa.
“ oh haii, kamu bukanya yang tadi.” Ujar Julia.
“ iya, hai.. namaku Romi.”sahut Romi
“ hai.. aku Julia.” Ujar Julia.
“ kenapa kamu mengalihkan dansa saya ?” tanya
Julia.
“ karena aku ingin kenal sama kamu, soalnya tadi
kamu diajak kenalan malah lari.” Jawab Romi.
“ iya maaf tadi aku buru-buru.” Ujar Julia.
“ kamu cantik.” Ujar Romi.
“ ah apa?” tanya Julia sambil bengong.
“ iya kamu cantiik.. aku suka sama kamu.” Ujar
Romi.
“ hah....(terkejut) haha bisa aja kamu, tapi
maaf aku gak suka digombalin.” Sahut Julia.
“ aku gak gombal, aku beneran suka sama kamu.
Kalau kamu gak percaya aku siap melamarmu pada orang tua kamu...Julia.” Ujar
Romi.
Julia mengajak Romi untuk pergi kesuatu tempat
yang tidak diketahui orang.
“ yukk ikut aku..” ujar Julia.
Romi pun mengikuti Julia kesuatu tempat. Dan
disitu Julia terus memandangi wajah Romi.
“ kenapa.. koq ngliatin aku segitunya.” Tanya
Romi.
“ gak papa, aku Cuma heran. Koq kamu bisa suka
sama aku..” tanya kembali Julia.
“ SssSssttttt.......” ujar Romi.
Tiba-tiba dan tak disangka Romi pun mencium
kening Julia. Julia pun terkejut dan
tidak bisa berbuat apa-apa. Itu adalah ciuman pertama bagi Julia. Karena selama
ini Julia belum pernah berpacaran, Apalagi untuk berciuman. Dan Romi pun tanpa
pikir panjang langsung menyatakan cinta kepada Julia.
“ aku suka sama kamu, aku cinta sama kamu.
apakah kamu mau menjadi pacar ku Julia ?” tanya Romi dengan wajah yang serius.
“ hah secepat itukah Romi ?” tanya kembali
Julia.
“ kenapa..? kamu gak mau jadi pacar aku Julia
?”tanya Romi.
“ aku mau koq jadi pacar kamu Romi.” Jawab
Julia.
“ seriyus kamu ?” tanya Romi.
“ iya.... dua riyuss malah......” jawab Julia
sambil gurau.
Akhirnya Julia pun mau menjadi pacar Romi. Dan
mereka pun resmi berpacaran dalam semalam itu.
Hubungan mereka pun telah diketahui oleh
mamahnya Julia. Betapa marahnya mamah Julia ketika mendengar kalau Julia sudah
mempunyai pacar. Mamah Julia pun langsung memanggil Julia untuk datang ke ruang
tamu lewat mbok Sentir.
“ permisi non, apakah non didalam ?” tanya mbok
Sentir.
“ iya mbok, silahkan masuk.. “ jawab Julia.
“ non disuruh keruang tamu sekarang oleh mamah
non.” Ujar mbok Sentir.
“ ada apa ya mbok ?” tanya Julia.
“ wahh...kurang tau non.” Jawab mbok Sentir.
Julia pun bergegas keruang tamu untuk menemui
mamahnya.
“ ada apa mam ?” tanya Julia.
“ jawab dengan jujur, apakah kamu pacaran sama
Romi ?” tanya mamahnya dengan suara lantang.
“ koq mamah tau..” jawab Julia.
“ jadi bener kamu sudah berpacaran dengan Romi
?” tanya kembali mamahnya.
“ iya mah.” Jawab Julia dengan suara pelan.
“ ya ampun Julia..(sambil marah) kamu tau gak
Romi itu siapa. Romi itu anak dari musuhnya bapa kamu.” Ujar mamahnya.
“ tapi kan mam, Romi gak tau apa-apa.” Sahut
Julia.
“ dah kamu gak usah ngebantah mamah. Pokoknya
mamah gak setuju kalau kamu pacaran dengan Romi. Sampai kapan pun. Padres jauh
lebih baik dari pada Romi, dia kaya. Dia juga suka sama kamu, Kurang apa coba.
Itu juga demi kebaikan kamu Julia.” Ujar mamahnya.
“ gak, mamah jahat..! (sambil nangis) mamah
lebih mementingkan diri mamah sendiri. Mamah gak pernah mau ngertiin perasaan
Julia. Mamah egois...!” sahut Julia.
Julia pun lari ke dalam kamarnya sambil
menangis.
“ Julia......mamah belum selesai ngomong.” Ujar
mamahnya.
Julia pun berfikir untuk pergi dari rumah dari
pada harus dipaksa dengan orang yang tidak disukainya. Setelah dipikir dengan
matang-matang, Julia pun langsung berkemas-kemas untuk pergi dari rumah. Pukul
22.00 Setelah semuanya sudah siap Julia pun membuka jendela kamarnya lalu
melompat dari jendela kemudian Julia lari sekenceng mungkin tanpa memikirkan
mau pergi kemana. Setelah sudah jauh dari rumah Julia pun baru menyadari bahwa
dirinya mau pergi kemana.
“aduhhh capek... oh iya aduhh ini mau kemana
yah... aku gak tau jalan lagi. Kenapa gak dipikirkan dulu cie mau kemana..
bodohh aku.. “ ujar Julia.
Julia pun jalan menyusuri hutan, namun Julia
tidak tau harus kemana. Jam sudah menunjukan pukul 23.45.
“ sudah hampir 2 jam aku jalan, koq aku ga
menemukan perumahan yah.. mana sepi lagi.. mam tolong aku mam.. aduh tau gini
aku ga jadi kabur dari rumah deh. Tapi aku juga gak mau kalau dijodohin sama
siapa tuh pedes... eh Prades. Huhh capek, ngantuk pula.” Ujar Julia.
Jam sudah menunjukan tengah malam. Julia pun
jalan terus namun belum juga menemukan perumahan, yang ada hanya hutan dan pohon-pohon
yang berayun-ayun tertiup angin. Tiba- tiba Julia mendengar ada suara motor,
suaranya semakin dekat dan terlihat sorotan lampu dari arah depanya. Jantung
Julia pun berdeguk kencang, dia takut kalau itu orang yang tidak benar.
“ siapa itu yah, masa malam-malam gini ada orang
yang lewat dihutan. Jangan-jangan orang yang gak bener lagi. Mendingan aku
ngumpet dibalik semak itu deh.” Ujar Julia.
Julia pun lari ke semak didekatnya. Karena dia
takut kalau pengendara motor itu melihat dia.
Tiba-tiba motor itu berhenti pas dideket semak
yang Julia ngumpet disitu. Julia pun langsung gemeter dikira pengendara motor
itu melihat Julia. Namun dugaan Julia salah pengendara motor itu berhenti
karena dia ingin buang air kecil. Namun pengendara motor itu buang air kecil
disemak yang Julia ngumpet tersebut.
Baru pengendara motor itu hendak membuka clana,
Julia pun langsung berteriak membuat pengendara motor itu terkejut.
“ aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.......aaaa....” teriak
Julia.
“ waahhhh se se settaaaannnn...........(sambil
lari kepohon dan ngumpet dibalik pohon)” ujar pengendara motor.
Julia pun langsung lari sekenceng-kencengnya.
Pengendara motor tersebut pun lalu pergi kearah motor dengan tergesa-gesa lalu
dia pergi menggunakan motor dengan kecepatan tinggi. Dan ternyata pengendara
motor tersebut adalah Romi.
Diperjalanan tiba-tiba Romi berhenti mendadak.
“ sepertinya suara orang tadi tidak asing deh.
Tapi siapa yah.. dari suaranya seperti Julia. Tapi masa malem-malem gini Julia
ada didalam hutan. Ah gak mungkin, pasti itu bukan Julia. Tapi apa aku putar
balik lagi yah ..siapa tau itu Julia beneran.” Ujar Romi.
Romi pun memutar balik dan kembali ketempat tadi
namun Romi tidak menemukanya. Romi pun terus jalan dan melihat disemak seperti
ada sesuatu, Romi pun berhenti. Dan jalan kaki menuju semak-semak tersebut.
Ketika sudah deket Romi pun jalan perlahan-lahan. Dan Romi langsung menangkap
Julia yang sedang bersembunyi.
“ ketangkep kamu. Hah Julia.” Ujar Romi.
Julia pun terkejut, ketika melihat Romi ada
didepanya.
“ Ro Romi... “ ujar Julia sambil memeluk Romi.
“ hei... kamu sedang ngapain dihutan tengah
malam gini.” Tanya Romi.
“ aku kabur dari rumah.” Jawab Julia.
“ loh kenapa?” tanya Romi.
“ mamah aku tau kalau aku sudah jadian sama
kamu. Dan mamah menyuruh aku untuk menikah dengan Prades. Tapi aku gak mau,
makanya aku pergi dari rumah. Loh kamu sendiri ngapaen malam-malam gini kehutan
?” tanya Julia.
“ ouh.. aku lagi nyari kayu bakar buat kemping,
dihutan ini juga. Tuh kayunya dimotor.” Jawab Romi.
“ sama siapa ?” tanya Julia.
“ sendirian, tadinya sih sama temen. Tapi
temenya ada kepentingan mendadak trus aku sendiri.” Jawab Romi.
“ emangnya kamu gak takut dihutan sendirian ?”
tanya Julia.
“ enggak lah, udah biasa. Kalau kamu mau kamu
boleh koq tidur ditenda aku untuk malam ini. Pasti kamu juga ga tau kan mau
tidur dimana malam-malam gini. “ jawab Romi.
“ emm boleh, kalau gak keberatan.” Ujar Julia.
“ gak lah.. yuk jalan.” Ajak Romi.
Romi dan Julia pun pergi ketenda didalam hutan.
Sesampainya ditempat tersebut. Romi membuat api unggun untuk menghangatkan
badan agar tidak kedinginan. Karena cuacanya sangat dingin.
“ kamu tidur sana didalam.” Ujar Romi.
“ lah kamu ntar tidurnya gimana ?” sahut Julia.
“ gampang, dah sanah kamu tidur gi..” ujar Romi.
Matahari sudah mulai menampakan sinarnya,
pertanda sudah pagi. Bunga-bunga bermekaran, udara masih sangat menyengat
dikulit. Membuat bulu kuduk merinding. Pemandangan sudah mulai terlihat indah.
Julia pun terbangun dari tidurnya.
Tiba-tiba terdengar suara kemresek dibalik semak-semak.
Julia pun seketika kaget mendengar suara tersebut. Namun Julia penasaran, Julia
pun mendekati suara tersebut. Ternyata itu hanya kelinci yang sedang menggali
tanah. Julia pun merasa lega.
Julia merasa senang saat bersama Romi, dan Julia
pun semakin mantap untuk melangkah kejenjang pernikahan dengan Romi. Julia
sangat mencintai Romi, begitupun dengan Romi.
Romi pun membujuk Julia untuk pulang kerumahnya.
Namun Julia tidak mau, karena Julia ingin selalu bersama dengan Romi. Namun Romi
memaksa Julia untuk pulang, setelah beberapa lama akhirnya Julia pun mau pulang
kerumahnya.
Dan setelah Julia pulang, Julia pun dipaksa
untuk menikah bahkan pernikahanya dipercepat. Dan Julia pun diperketat dengan
penjagaan sehingga Julia tidak bisa untuk kabur lagi dari rumah.
1 bulan kemudian merupakan pernikahan Julia
dengan Padres. Betapa hancurnya hati Romi ketika mendengar kabar tentang
pernikahan Julia dengan Prades. Romi pun melakukan segala cara untuk bisa
bertemu dengan Julia. Namun hasilnya nol, karena penjagaan dirumah Julia sangat
ketat.
Julia pun tak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia
hanya bisa pasrah dengan keadaanya sekarang. Namun cintanya dengan Romi tidak
akan pernah pudar.
Tibalah dihari pernikahan Julia dengan Prades,
awalnya Julia ingin bunuh diri dengan meminum obat nyamuk, namun hal itu
digagalkan oleh penjaganya yang melihat Julia pada saat julai hendak meminum
obat nyamuk tersebut.
Akhirnya Julia pun resmi menjadi suami Prades.
Dan Romi pun pergi ke korea, disana Romi merantau untuk mendapatkan uang yang
banyak. Meskipun begitu namun cinta Romi kepada Juli tidak pernah hilang walau
ditelan waktu.
Setelah menikah, Prades pun menampakan diri dia
yng sebenarnya. Yaitu lelaki yang jahat, suka memukuli Julia jika Julia
bersalah walaupun permasalahnya hanya sepele. Dan Prades sering membawa
perempuan lain kedalam kamarnya. Namun Julia tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Dia hanya bisa pasrah, dengan sikap Prades kepadanya. Orang Tua Julia pun jatuh
sakit, dia menyesal telah menikahkan anaknya dengan lelaki yang tidak punya
hati.
Orang tuanya juga tidak bisa berbuat apa-apa,
karena Prades sering mengancam orang tuanya kalau orang tuanya berani
melaporkanya kepihak yang berwajib. Semua bisnis orang tuanya Julia sudah
berpindah tangan atas nama Prades. Kini orang tuanya sudah tidak mempunyai
apa-apa lagi. Suatu hari papahnya Julia meninggal karena terkena serangan
jantung. Lalu disusul dengan ibunya.
Kini Julia sudah tidak mempunyai siapa-siapa
lagi, dan Julia pun kini telah mengandung. Sudah 3 bulan usia kandungan Julia,
namun Prades curiga dengan kandunganya Julia tersebut. Karena usia pernikahan
mereka baru 2 bulan dan usia kandungan Julia sudah 3 bulan.
Julia pun tidak menyadari kalau kandunganya itu
bukan lah anak kandung Prades. Setelah dugaan Prades benar akan kandunganya
Julia tersebut. Diusirlah Julia oleh Prades dari rumahnya sendiri yang sekarang
sudah diatas namakan Prades suaminya.
Julia pun pergi dari rumah, dan Julia tidak tau
harus kemana. Dia terus berjalan dengan keadaanya yang sedang mengandung.
“ tuhan.. harus kemana kah diriku ini,
seandainya dulu aku kekang memilih Romi. Semua ini pasti gak bakal terjadi.
Sekarang Romi dimana yah..? apakah Romi sudah menikah dengan perempuan lain.”
Ujar Julia sambil berjalan.
Meskipun Julia sedang mengandung, namun aura
kecantikan Julia masih terpancar diwajahnya yang gemulai. Membuat orang yang
melihatnya terpesona.
Suatu ketika Julia bertemu dengan mbok Sentir
dijalan, kemudian dijaklah Julia kerumah mbok sentir yang kebetulan ia tinggal
sendiri di gubug tua yang sudah reot.
“ non Julia.. sedang apa dijalan sendirian?”
tanya mbok Sentir.
“ mbok.... kebetulan ketemu mbok (sambil
memeluk) ceritanya panjang mbok.” Jawab Julia.
“ ya sudah ceritanya dirumah mbok aja yuk, non
juga pasti capek kan.” Jawab mbok Sentir.
“ yukk mbok.” Ujar Julia.
Pergilah Julia kerumah Mbok sentir, dan disana
Julia menceritakan semuanya. Lalu Julia pun diperbolehkan untuk tinggal bersama
mbok Sentir.
10 tahun kemudian anak Julia pun sudah besar. Ia
sangat cantik seperti ibunya Julia. Ia pun menjadi bunga desa dikampungnya
tersebut. Banyak pemuda dikampung itu yang suka dengan anaknya Julia. Anak Julia
tersebut bernama Rolia, nama Rolia tersebut diambil dari nama Romi Julia.
Rolia pun kini sekolah sudah kelas 3 SMP,
disekolahnya ada anak orang kaya yang suka sama Rolia. Anak tersebut merupakan
pindahan dari luar negri, dia bernama Rendi. Rendi tinggal dengan ayahnya,
ibunya sudah meninggal ketika Rendi kelas 2 SMP.
Ayahnya merupakan seorang pengusaha yang sangat
kaya, perusahaanya banyak dimana-mana. Ayahnya bernama Jhon samuel.
Saat Rendi menyatakan cintanya kepada Rolia,
Rolia pun menerima cintanya Rendi karena Rolia juga suka dengan Rendi.
3 tahun sudah Rolia dan Rendi beracaran,
sekarang Rolia dan Rendi sudah mau wisuda SMA. Dan Rendi mengajak Julia untuk
bertemu dengan orang tuanya. Dan ayahnya setuju dengan hubungan mereka.
Sekarang tinggal mamahnya Rolia, dan setelah bertemu. Mamahnya Rolia pun
menyetujuinya. Dan mereka sepakat mau mengajak orang tuanya Rolia dan Rendi
untuk bertemu.
Di restoran bertemulah kedua orang tuanya, Julia
pun terkejut. Ternyata ayahnya Rendi adalah Romi. Romi pun memeluk Julia. Rolia
dan Rendi pun heran dengan sikap orang tuanya.
“ Julia, kemana saja kamu. Lama tidak berjumpa.”
Ujar Romi.
Julia pun langsung melepas pelukan Romi. Dan lari
keluar dari restoran tersebut sambil menangis. Saat dijalan tiba-tiba Julia
tertabrak truk.
“ Juliaaaa............” ujar Romi sambil lari
karah Julia
“ Julia jangan pergi Julia, setelah lama kita
tidak bertemu dan setelah ketemu kamu mau meninggalkan aku lagi Julia.” Ujar
Romi.
“ aku mau jujur sama kamu, kalau Rolia adalah
anak kamu. Aku menikah dengan Prades saat aku sudah mengandung anakmu sudah 1
bulan.” Sahut Julia dengan suara yang tersendat-sendat.
“ apah... jadi Rolia anak kita.” Ujar Julia.
Julia pun langsung meninggal seketika. Dan pada
saat Romi hendak menggotongnya tiba-tiba ada mobil yang melaju dengan kencang,
Romi dan Julia pun tertabrak. Dan Romi pun meninggal ditempat kejadian bersama
Julia. Saat Romi meninggal tanganya menggenggam tangan Julia dengan kencang,
hingga pada saat dimakamkan pun tangan Romi dan Julia tidak dapat dipisahkan.
Sehingga mereka dikuburkan berdampingan.
Selesai....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar