BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk kemajuan
bangsa seperti bangsa kita Indonesia. Mengingat di Negara yang kita cintai ini,
pendidikan masih minim. Terutama PAUD/TK, banyak anak yang mengikuti jenjang
pendidikan langsung ke pendidikan dasar/SD. Sebenarnya PAUD/TK juga sangat
penting, karena untuk mengembangkan pola pikir anak. Namun warga kita sangat
menyepelekan pendidikan usia dini (PAUD/TK).
Misalnya
didesa Jambe Sewu Kec. Randudongkal Kab. Pemalang yang telah saya telusuri.
Didesa itu bahkan tidak ada sekolahan untuk usia dini, jadi langsung kejenjang
Pendidikan Dasar. Sehingga anak-anak tersebut dalam mengembangkan pola pikirnya
kurang. Perlu orang tua ketahui bahwa anak memiliki kemampuan yang perlu diasah
sejak dini, karena dengan mereka memiliki berbagai kemampuan tersebut tentunya
sudah dapat dibentuk sedari dini.
Sayangnya banyak orangtua yang menganggap pendidikan anak usia dini tidak begitu penting, dengan alasan tidak ingin anaknya mengalami stres atau kehilangan masa bermain. Padahal, 70 persen pembentukan karakter manusia itu dimulai dari usia nol hingga 3 tahun.
Sayangnya banyak orangtua yang menganggap pendidikan anak usia dini tidak begitu penting, dengan alasan tidak ingin anaknya mengalami stres atau kehilangan masa bermain. Padahal, 70 persen pembentukan karakter manusia itu dimulai dari usia nol hingga 3 tahun.
Pendidikan
anak usia dini yang orang tua berikan bagi anak merupakan suatu persiapan
kematangan anak dalam menghadapi masa demi masa untuk perkembangannya di masa
yang akan datang. Saat ini telah banyak berbagai sekolah taman kanak-kanak
memberikan pendidikan yang baik dan berkualitas demi mengembangkan kemampuan dan
bakat dalam diri anak tersebut. Oleh karena itu, diperlukan usaha dan orangtua
dalam mengajar dan mendidik anak terutama dalam membaca. Mengajar anak membaca
tidak harus melihat berapa usia yang tepat untuk mengajarkannya. Yang
terpenting disini adalah Anda berusaha memberikan yang terbaik dalam
pendidikannya kelak.
Oleh
karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan,
baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah
maupun tinggi. Hal ini guna untuk memperbaiki pendidikan di indonesia yang
masih minim. Dan untuk mewujudkan hal itu, diupayakan untuk para orang tua agar
bisa menyekolahkan anaknya kejenjang yang lebih rendah dulu (PAUD/TK) baru
kejenjang yang lebih tinggi. Karena anak-anak harus menyesuaikan pola pikirnya
terlebih dahulu sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
1.2 Tujuan
Tujuan dari
pembuatan makalah ini, yaitu :
1.2.1
Untuk
membentuk anak yang berkualitas.
1.2.2
Untuk
membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar disekolah yang lebih tinggi
lagi atau diatasnya.
1.3 Manfaat
Manfaat dari
pendidikan usia dini, yakni :
1.3.1
Anak
dapat berkembang lebih baik dalam mengembangkan pola pikirnya
1.3.2
Mambantu
daya kreativitas anak.
1.3.3
Dapat
memperluas wawasan anak untuk pendidikan yang selanjutnya.
1.4 Rumusan
Masalah
1.4.1
Apa
pengertian pendidikan usia dini ?
1.4.2
Mengapa
pendidikan usia dini sangat penting untuk perkembangan pola pikir anak ?
1.4.3
Apa
saja cara atau metode yang dilakukan
guru didalam pembelajaran anak usia dini ?
1.4.4
Bagaimana
peran orang tua dan metodenya dalam
membelajari anak usia dini ?
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian pendidikan anak usia
dini
Pendidikan
anak usia dini (PAUD) merupakan jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan
dasar yang merupakan suatu pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir
sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan
pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar
anak memliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang
diselenggarakan pada jalur formal, nonformal dan informal.
Pelayanan
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mempunyai
peranan yang sangat penting yaitu sebagai :
§
Titik sentral
strategi pembangunan sumber daya manusia.
§
Menentukan
sejarah perkembangan anak selanjutnya, sebab merupakan fondasi dasar bagi
kepribadian anak.
§
Anak yang mendapatkan pembinaan sejak dini akan dapat
meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik maupun mental yang akan
berdampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja, produktivitas, pada
akhirnya anak akan mampu lebih mandiri dan mengoptimalkan potensi yang
dimilikinya.
§
Merupakan Masa Golden Age (Usia Keemasan). Dari
perkembangan otak manusia, maka tahap perkembangan otak pada anak usia dini
menempati posisi yang paling vital yakni mencapai 80% perkembangan otak.
§
Cerminan diri untuk melihat keberhasilan anak dimasa
mendatang. Anak yang mendapatkan layanan baik semenjak usia 0-6 tahun memiliki
harapan lebih besar untuk meraih keberhasilan di masa mendatang. Sebaliknya
anak yang tidak mendapatkan pelayanan pendidikan yang memadai membutuhkan
perjuangan yang cukup berat untuk mengembangkan hidup selanjutnya.
2.2 Pentingnya pendidikan usia
dini untuk perkembangan pola pikir anak
Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50%
kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun, 80% telah
terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8
tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu
walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.
Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama
sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun
berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana
perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap
perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa.
Menurut Byrnes, pendidikan
anak usia dini akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa
ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. “Saat ini,
beberapa taman kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana
sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa PAUD pun sudah
mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving.
Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini,” jelas
Byrnes.
Selanjutnya menurut
Byrnes, bahwa pendidikan
anak usia dini itu penting, karena di usia inilah anak membentuk
pendidikan yang paling bagus. Di usia inilah anak-anak harus membentuk kesiapan
dirinya menghadapi masa sekolah dan masa depan. Investasi terbaik yang bisa
Anda berikan untuk anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini.
Menurut Erik
Erikson dalam Malcolm Knowles ada
tahapan-tahapan perkembangan psikososial anak yaitu sebagai
berikut:
§
Tahap kepercayaan dan ketidak percayaan (trust versus
misstrust), yaitu tahap psikososial yang terjadi selama tahun pertama
kehidupan. Pada tahap ini,bayi mengalami konflik anatara percaya dan tidak
percaya. Rasa percaya menuntut perasaan nyaman secara fisik dan sejumlah kecil
ketakutan serta kekhawatiran akan masa depan.
§
Tahap otonomi dengan rasa malu dan ragu (autonomi
versus shame and doubt), yaitu tahap kedua perkembangan psikososial yang
berlangsung pada akhir masa bayi dan masa baru pandai berjalan. Setelah
memperoleh kepercayaan dari pengasuh mereka, bayi mulai menemukan bahwa
perilaku mereka adalah milik mereka sendiri. Mereka mulai menyatakan rasa
mandiri atau atonomi mereka dan menyadari kemauan mereka. Jika orangtua
cenderung menuntut terlalu banyak atau terlalu membatasi anak untuk menyelidiki
lingkungannya, maka anak akan mengalami rasa malu dan ragu-ragu.
§
Tahap prakarsa dan rasa bersalah (initiatif versus
guilt), yaitu tahap perkembangan psikososial ketiga yang berlangsung selama
tahun pra sekolah. Pada tahap ini anak terlihat sangat aktif, suka berlari,
berkelahi, memanjat-manjat, dan suka menantang lingkungannya. Dengan
menggunakan bahasa, fantasi dan permainan khayalan, dia memperoleh perasaan
harga diri. Bila orangtua berusaha memahami, menjawab pertanyaan anak, dan
menerima keaktifan anak dalam bermain, maka anak akan belajar untuk mendekati
apa yang diinginkan, dan perasaan inisiatif semakin kuat. Sebaliknya, bila orangtua
kurang memahami, kurang sabar, suka memberi hukuman dan menganggap bahwa
pengajuan pertanyaan, bermain dan kegiatan yang dilakukan anak tidak bermanfaat
maka anak akan merasa bersalah dan menjadi enggan untuk mengambil inisiatif
mendekati apa yang diinginkannya.
§
Tahap kerajinan dan rasa rendah diri (industry versus
inferiority),yaitu perkembangan yang berada langsung kira-kira tahun sekolah
dasar. Pada tahap ini, anak mulai memasuki dunia yang baru, yaitu sekolah
dengan segala aturan dan tujuan. Anak mulai mengarahkan energi mereka menuju
penguasaan pengetahuan dan keterampilan intelektual.perasaan anak akan timbul
rendah diri apabila tidak bisa menguasai keterampilan yang diberikan disekolah.
§
Tahap identitas dan kekacauan identitas (identity
versus identity confusion), yaitu perkembangan yang berlangsung selama
tahun-tahun masa remaja. Pada tahap ini, anak dihadapkan pada pencarian jati
diri. Ia mulai merasakan suatu perasaan tentang identitasnya sendiri, perasaan
bahwa ia adalah individu unik yang siap memasuki suatu peran yang berarti
ditengah masyarakat baik peran yang bersifat menyesuaikan diri maupun
memperbaharui. Apabila anak mengalami krisis dari masa anak kemasa remaja maka
akan menimbulkan kekacauan identitas yang mengakibatkan perasaan anak yang
hampa dan bimbang.
§
Tahap keintiman dan isolasi (intimacy versus
isolation), yaitu perkembangan yang dialami pada masa dewasa. Pada masa ini
adalah membentuk relasi intim dengan oranglain. Menurut erikson, keintiman
tersebut biasanya menuntut perkembangan seksual yang mengarah pada hubungan
seksual dengan lawan jenis yang dicintai. Bahaya dari tidak tercapainya selama
tahap ini adalah isolasi, yakni kecenderungan menghindari berhubungan secara
intim dengan oranglain kecuali dalam lingkup yang amat terbatas.
§
Tahap generativitas dan stagnasi (generativity versus
stagnation), yaitu perkembangan yang dialami selama pertengahan masa dewasa.
Ciri utama tahap generativitas adalah perhatian terhadap apa yang dihasilkan
(keturunan, produk, ide-ide, dan sebagainya) serta pembentukan dan penetapan
garis-garis pedoman untuk generasi mendatang. Apabila generativitas tidak
diungkapkan dan lemah maka kepribadian akan mundul mengalami pemiskinan dan
stagnasi.
§
Tahap integritas dan keputusasaan (integrity versus
despair), yaitu perkembangan selama akhir masa dewasa. Integritas terjadi
ketika seorang pada tahun-tahun terakhir kehidupannya menoleh kebelakang dan
mengevaluasi apa yang telah dilakukan dalam hidupnya selama ini, menerima dan
menyesuaikan diri dengan keberhasilan dan kegagalan yang dialaminya, merasa
aman dan tentram, serta menikmati hidup sebagai yang berharga dan layak. Akan
tetapi, bagi orangtua yang dihantui perasaan bahwa hidupnya selama ini sama
sekali tidak mempunyai makna ataupun memberikan kepuasan pada dirinya maka ia
akan merasa putus asa.
2.3 Metode guru dalam membelajari anak usia dini
Pendidikan dini bagi anak-anak usia
(3-6 tahun) merupakan hal yang penting, karena pada usia ini merupakan masa
membentuk dasar-dasar kepribadian manusia, kemampuan berfikir, kecerdasan,
keterampilan serta kemandirian maupun kemampuan bersosialisasi. Pada dasarnya
dunia anak adalah dunia fundamental dari perkembangan manusia menuju manusia
dewasa yang sempurna.
Menurut Peraturan Pemerintah No 27
tahun 1990 tentang pendidikan usia dini, Kelompok
Bermain adalah salah satu bentuk usaha kesejahteraan anak dengan mengutamakan
kegiatan bermain, yang juga menyelenggarakan pendidikan usia dini bagi anak usia 3 tahun sampai memasuki pendidikan dasar.
Selama usia (3-6 tahun),taman kanak-kanak, pusat penitipan anak-anak dan
kelompok bermain semuanya menekankan permainan yang memakai mainan. Akibatnya
baik sendiri atau berkelompok mainan merupakan unsure yang penting dari
aktivitas bermain anak. Bermain dengan teman-teman sebayanya, anak dirangsang
dalam kemampuan mental seperti kecerdasan, kreativitas, kemampuan sosial yang
sangat bermanfaat pada masa kini dan masa yang akan datang. Kegiatan bermain
memiliki arti positif terhadap perkembangan sosial anak. Karena dengan bermain mereka lebih banyak mengenal
benda-benda yang berguna bagi perkembangan sosialnya.
Hal ini dapat terlihat dengan
mengenal benda seperti mobil dapat mengembangkan rasa sosial anak dimana benda
tersebut dapat membantu orang lain pergi kesuatu
tempat tertentu. Secara lebih jauh dapat dilihat dengan adanya perkembangan
teknologi menunjukan makin menariknya teknis dan permainan elektronik bagi anak
yang ditunjang oleh situasi dan kondisi dimana anak-anak sulit mendapat teman
sebaya untuk bersosialisasi sehingga anak dapat menonton atau bermain sendiri
tanpa memerlukan orang lain.
Dengan demikian
metode guru dalam membelajarkan pendidikan anak usia dini yaitu dengan
menggunakan metode menghibur yaitu dengan bermain. Bermain sendiri merupakan
hak asasi bagi anak usia dini yang sangat penting guna mengembangkan
kepribadianya. Bermain bagi seorang anak tidak sekedar mengisi waktu, namun
merupakan media anak untuk belajar. Setiap bentuk kegiatan bermain pada anak
usia dini mempunyai nilai positif terhadap perkembangan kepribadianya.
Dalam bermain anak memiliki kesempatan untuk mengekspresikan sesuatu yang
ia rasakan dan pikirkan. Dengan bermain anak sebenarnya sedang mempraktekan
ketrampilan dan anak mendapatkan kepuasan dalam bermain, yang berarti
mengembangkan dirinya sendiri.
Dalam kegitan
pembelajaran di PAUD pengajar harus memiliki teknik dan cara mengajar yang
baik, yaitu diantaranya :
1.
Cintai dan
sayangi anak didik seperti anak kita sendiri. Seorang pendidik yang baik akan
dapat meresapi dalam hatinya bahwa ia sangat mencintai dan menyayangi anak
didiknya disekolah seperti ia mencintai dan menyayangi anak-anaknya sendiri
dirumah.
2.
Mengajar dengan
berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak. Apa yang dilakukan pendidik
disekolah dan lembaga PAUD berorientasi pada kebutuhan perkembangan anak dalam
belajarnya. Setia anak diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan
keinginan yang ditanggapi dengan antusias yang sama oleh pendidik.
3.
Berikan
penampilan yang terbaik dan terindah dalam mengajar. Seorang pendidik harus
memberikan penampilan dan kemmampuan yang terbaik dalam mengajar, misalnya
dalam menyanyi seorang pendidik PAUD harus berusaha menyanyi dengan suara yang
baik dan merdu didengar anak demikian juga dngan aspek-aspek lainya, seperti
pakaian, cara bersikap, dan sebagainya.
4.
Mengajar dengan
penuh semangat dan antusias. Pendidik hrus terlihat bersemangat dan penuh
motivasi dalam mengajar, semangat keceriaan yang sesuai dengan dunia anak harus
dilakukan agar anak juga termotivasi
untuk belajar dikelasnya.
5.
Perhatikan setiap sudut keberadaan anak.
Pendidik harus jeli mengawasidan memperhatikan anak sampai kesetiap sudut, agar
dapat menangkap setiap gerakan anak. Dalam situasi tertentu kontak mata dengan
anak tidak lagi dibutuhkan, lihat seluruh anak dengan rata-rata air diseluruh
kepala mereka saja untuk mengetahui keberadaan kawanan secara ebih cepat.
6.
Jangan
berteriak-teriak mengulangi perintah yang sama. Kita jangan berteriak-teriak
kepada anak untuk mengulang perintah yang sama kepada anak , karena semakin
kita berteriak dan ulangi maka anak akan semakin mengabaikanya dihari
berikutnya. Jadi lebih bik tunggu jeda ketika anak sudah tenang barulah kita
lakukan satu kali perintah dengan jelas dan tegas.
7.
Gunakan prinsip
iklan “kesan pertama begitu menggoda”. Tariklah perhatian anak dengan suatu
yang menggoda untuk mengajak anak memperhatikan kita misalnya dengan
bunyi-bunyian, lagu, bentuk, cahaya, gerakan, dll. Sehingga pendidik tidak
perlu berteriak-teriak memanggil anak-anak untuk menarik perhatianya.
8.
Tegas tapi
tidak marah. Dalam menerapkan disiplin dan peraturan pendidik harus tegas dan
konsisten tetapi tidak terlihat emosi apalagi dengan marah-marah kepada anak.
Berikan sebuah komitmen bahwa kita mempunyai aturan dan batasan tindakan yang
harus diperhatikan anak.
9.
Tanggap
terhadap keluhan anak tapi tidak pada kemalasan. Pendidik harus menanggapi
setiap keluhan anak yang bersifat kamajuan dalam perkembangan belajar anak,
tetapi kadang kita hrus tahu ada anak tertentu yang besikap malas, keluhanya
karena rasa malas yang dimiliki anak tidak kita berikan toleransi dalam rangka
penegakan disiplin pada anak.
10. Kreativitas yang tinggi. Kreativitas yang tinggi dan selalu up to date harus
selalu jadi ciri pendidik PAUD yang baik. Setiap hari kita harus selalu
berfikir ide apa yang menarik, efektif, dan membantu perkembangan belajar anak
supaya lebih baik. Pendidik PAUD harus selalu berusaha meningkatkan pengetahuan
dan keterampilan mengajar dan mendidik anak-anaknya.
Kunci dari keberhasilan,
kesuksesan pendidik PAUD dalam mengajar dan mendidik anak-anak adalah
komunikasi yang baik. Karena dengan komunikasi yang baik akan terjalin hubungan
yang baik antara kita sebagai pendidik dengan anak-anak didik kita.
2.4 Peran orang tua dan metodenya dalam membelajari anak
usia dini
Anak merupakan perwujudan cinta
kasih orang dewasa yang sudah siap atau tidak menjadi orang tua. Memiliki anak
dapat mengubah banyak hal dalam kehidupan, yang pada akhirnya kita dituntut
untuk siap menjadi orang tua yang harus dapat mempersiapkan anak-anak kita agar
dapat menjalankan kehidupan masa depan mereka dengan baik.
Mengenal, mengetahui, memahami dunia anak memang bukan
sesuatu hal yang mudah. Dunia yang penuh warna-warni, dunia yang segalanya
indah, mudah, ceria, penuh cinta, penuh keajaiban, dan penuh kejutan. Namun
dalam kepemilikanya banyak bergantung pada orang tua.
Peranan orang tua begitu besar dalam
membantu anak-anak agar siap untuk menjalankan kehidupanya. Anak-anak sudah
harus memiliki kreativitas yang tinggi sejak dini. Oleh sebab itu anak-anak
yang mempunyai intelektualitas yang tinggi akan lebih mudah menerima dengan
baik semua yang diajarkan . mereka akan memiliki kepercayaan diri yang tinggi,
lebih mudah untuk beradaptasi, lebih mudah menerima hal-hal yang baru, dan
intelektualitas anak bisa dikembangkan jauh sebelum mereka masuk sekolah.
Kondisi seperti itulah yang yang menempatkan orang tua sebagai guru pertama
bagi anak-anaknya dalam progam pendidikan informal yang terjadi dilingkungan
keluarga.
Dalam membelajari anak usia dini, orang tua juga bisa
memilih metode atau cara pengajaran seperti dibawah ini :
§ Metode
Global (Ganze Method)
Anak belajar membuat suatu kesimpulan dengan kalimatnya sendiri. Contohnya, ketika membaca buku, minta anak menceritakan kembali dengan rangkaian katanya sendiri. Sehingga informasi yang anak peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diserap lebih lama. Anak juga terlatih berpikir kreatif dan berinisiatif.
Anak belajar membuat suatu kesimpulan dengan kalimatnya sendiri. Contohnya, ketika membaca buku, minta anak menceritakan kembali dengan rangkaian katanya sendiri. Sehingga informasi yang anak peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diserap lebih lama. Anak juga terlatih berpikir kreatif dan berinisiatif.
§ Metode
Percobaan (Experimental method)
Metode pengajaran yang mendorong dan memberi kesempatan anak melakukan percobaan sendiri. Menurut Maryam, staf pengajar di Sekolah Alam Ciganjur, Jakarta Selatan, terdapat tiga tahapan yang dilakukan anak untuk memudahkan masuknya informasi, yaitu mendengar, menulis atau menggambar lalu melihat dan melakukan percobaan sendiri. Misalnya, anak belajar tentang tanaman pisang, pendidik tak hanya menjelaskan tentang pisang tapi juga mengajak anak ke kebun untuk mengeksplorasi tanaman pisang. Dengan belajar dari alam, anak dapat mengamati sesuatu secara konkret. Kegiatan ini dapat dilakukan mulai umur empat sampai 12 tahun.
Metode pengajaran yang mendorong dan memberi kesempatan anak melakukan percobaan sendiri. Menurut Maryam, staf pengajar di Sekolah Alam Ciganjur, Jakarta Selatan, terdapat tiga tahapan yang dilakukan anak untuk memudahkan masuknya informasi, yaitu mendengar, menulis atau menggambar lalu melihat dan melakukan percobaan sendiri. Misalnya, anak belajar tentang tanaman pisang, pendidik tak hanya menjelaskan tentang pisang tapi juga mengajak anak ke kebun untuk mengeksplorasi tanaman pisang. Dengan belajar dari alam, anak dapat mengamati sesuatu secara konkret. Kegiatan ini dapat dilakukan mulai umur empat sampai 12 tahun.
§ Metode
Resitasi (Recitation Method)
Berdasarkan pengamatan sendiri, minta anak membuat resume. Maryam menambahkan, pada usia 4-12 tahun merupakan masa kritis anak yang selalu menanyakan, Mengapa begini dan begitu?. Misalnya anak bertanya, Mengapa pohon dapat berbuah? Libatkan anak untuk mengamati proses pembiakan lalu minta anak menyimpulkannya sendiri.
Berdasarkan pengamatan sendiri, minta anak membuat resume. Maryam menambahkan, pada usia 4-12 tahun merupakan masa kritis anak yang selalu menanyakan, Mengapa begini dan begitu?. Misalnya anak bertanya, Mengapa pohon dapat berbuah? Libatkan anak untuk mengamati proses pembiakan lalu minta anak menyimpulkannya sendiri.
§ Metode
Latihan Keterampilan (Drill Method)
Kegiatan yang mewakili metode ini sering Anda lakukan bersama si kecil, yaitu membuat prakarya (artwork). Sekolah Learning Vision menggunakan metode ini untuk mendorong anak belajar menjalani proses ketika membuat patung dari lilin atau karya tiga dimensi lainnya. Selain melatih kemampuan motoriknya, seperti menulis, menggambar, menghias dan menggunakan alat-alat. Anda juga dapat mengajarkan anak berhitung secara konkret.
Kegiatan yang mewakili metode ini sering Anda lakukan bersama si kecil, yaitu membuat prakarya (artwork). Sekolah Learning Vision menggunakan metode ini untuk mendorong anak belajar menjalani proses ketika membuat patung dari lilin atau karya tiga dimensi lainnya. Selain melatih kemampuan motoriknya, seperti menulis, menggambar, menghias dan menggunakan alat-alat. Anda juga dapat mengajarkan anak berhitung secara konkret.
§ Metode
Pemecahan Masalah (Problem solving Method)
Berikan soal-soal yang tingkat kesulitannya dapat disesuaikan dengan kemampuan anak. Lalu ajak anak mencari solusinya bersama-sama.
Berikan soal-soal yang tingkat kesulitannya dapat disesuaikan dengan kemampuan anak. Lalu ajak anak mencari solusinya bersama-sama.
§ Metode
Perancangan (Project Method )
Kegiatan yang mengajak anak merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian. Salah satu sekolah yang menggunakan metode ini adalah Tutor Time. Pola pikir anak menjadi lebih berkembang dalam memecahkan suatu masalah serta membiasakannya menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki.
Kegiatan yang mengajak anak merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian. Salah satu sekolah yang menggunakan metode ini adalah Tutor Time. Pola pikir anak menjadi lebih berkembang dalam memecahkan suatu masalah serta membiasakannya menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki.
§ Metode
Bagian (Teileren Method)
Metode pengajaran ini mengaitkan sebagian-sebagian petunjuk yang mengarah pada sesuatu, seperti potongan puzzle yang digabungkan satu persatu, setelah orang tua berhasil mengidentifikasi.
Metode pengajaran ini mengaitkan sebagian-sebagian petunjuk yang mengarah pada sesuatu, seperti potongan puzzle yang digabungkan satu persatu, setelah orang tua berhasil mengidentifikasi.
Demikian merupakan metode pembelajaran untuk anak usia dini, metode-metode diatas bisa menjadi pedoman bagi para orang tua dalam mendidik
anak agar menjadi anak yang berkualitas,
berintelektual, dan berkreativitas.
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pendidikan anak usia dini (PAUD) sangatlah penting bagi tumbuh kembang
anak. Pada usia 0-6 tahun merupakan masa pembentukan dasar-dasar kepribadian
manusia, kemampuan berfikir, ketrampilan, kemandirian, bersosialisasi dan kecerdasan. Karena menurut penelitian
kecerdasan anak puncaknya terjadi pada saat umur 4 tahun. Sehingga periode ini
merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada
periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga
masa dewasa. Dan cara atau metode yang tepat
dalam mengajarkan anak usia dini yaitu dengan bermain. Karena bermainya seorang
anak bukan sekedar mengisi waktu melainkan media untuk belajar anak, dan setiap
kegiatanya dalam bermain memunyai nilai yang positif terhadap perkembangan
kepribadianya. Dan dalam bermain anak memiliki kesematan untuk mengekspresikan
sesuatu yang anak itu pikirkan dan rasakan. Sebenarnya dengan bermain anak
sedang mempraktekan ketrampilanya dalam mengembangkan dirinya.
Oleh sebab itu
pendidikan anak usia dini sangatlah penting untuk perkembangan anak, karena
anak yang semenjak usia 0-6 tahun sudah mendapat layanan yang baik maka anak akan
memiliki harapan lebih besar untuk meraih keberhasilan dimasa mendatang. Dan
bila yang tidak mendapatkan pelayanan pendidikan yang memadai maka anak harus
membutuhkan perjuangan yang cukup berat untuk mengembangkan hidupnya
selanjutnya.
3.2 Saran
Pendidikan
anak usia dini yang orang tua berikan bagi anak merupakan suatu hal yang sangat
penting untuk persiapan kematangan anak
dalam mengahadapi masa yang akan datang. Kini telah banyak berdiri sekolah taman kanak-kanak/PAUD yang
memberikan pendidikan yang baik dan berkualitas yang dapat mengembangkan
kemampuan dan bakatnya. Namun bukan hanya pendidikan disekolahan saja yang harus dilakukan untuk pendidikan
sang anak, melainkan juga pendidikan dilingkungan keluarga. Karena
pendidikan keluargalah yang sangat menentukan karakter perkembangan anak.
Oleh
karena itu diperlukan usaha dan peran orang tua dalam mengajar dan mendidik
anak supaya anak tersebut mempunyai kreativitas
dan intelektualitas yang tinggi. Karena dengan intelektualitas yang tinggi anak
akan lebih mudah menerima dengan baik semua yang diajarkan, memiliki
kepercayaan diri yang tinggi, lebih mudah untuk beradaptasi dan lebih
mudah menerima hal baru. Dan untuk
mewujudkanya orang tua harus ikut serta dalam mengembangkan karakter anak yaitu
bisa dengan memberikan pendidikan dilingkungan keluarga dengan metode-metode
yang sudah tertera diatas. Karena peran orang tua sangat besar dalam membantu
anak untuk menjalankan kehidupan selanjutnya. Dan memberikan pendidikan di
sekolahan baik dari jenjang yang lebih rendah ( TK/PAUD) sampai ke jenjang yang
lebih tinggi (perguruan tinggi).
DAFTAR PUSTAKA
Taqiyuddin, M., (2005).
Pendidikan Untuk semua (Dasar dan Falsafah Pendidikan Luar Sekolah). Cirebon:
STAIN Cirebon Press.tanggal 18 Okt 2014 16:30:15 GMT
Mulyadi, S., (2004)
Bermain dan Kreativitas (Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan
Bermain). Papas Sinar Sinanti : Jakarta. 23 Okt 2014 19:47:13 GMT
http://www.pendidikankarakter.com/membangun-karakter-sejak-pendidikan-anak-usia-dini/ tanggal 21 Okt 2014 16:30:46 GMT
Daftar Agen Judi Poker Online Terbaik dan Terpercaya se Indonesia
BalasHapusbcadomino
bcadomino
mutiarapoker
ompoker
anekaqq
menangqq
kompasqq
memberqq
toyotaqq
wongpoker
Ini adalah sebuah hari yang indah , artikel yang sangat bermanfaat sekali dimana kamu bisa menemukan bagaimana cara hidup lebih baik.
BalasHapusSebagaimana orang yang sudah dulu tentunya.
Denah Rumah 3 Kamar
Model kebaya modern
Ini adalah sebuah hari yang indah , artikel yang sangat bermanfaat sekali dimana kamu bisa menemukan bagaimana cara hidup lebih baik.
BalasHapusSebagaimana orang yang sudah dulu tentunya.
Batik Couple Sarimbit
Terima kasih Kak, saya sekarang jadi mengetahui pentingnya pendidikan anak usia dini
BalasHapus