Minggu, 12 Juni 2016

ANALISIS GAYA BAHASA PADA RUBRIK OPINI

BAB 1

PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Bahasa adalah system lambing bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok social untuk bekerjasama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri (Chaer, 2007:30). Bahasa dihasilkan oleh alat ucap dan arti atau makna yang tersirat dalam arus bunyi. Oleh krena itu, bahasa sangat berperan penting dalam kehidupan manusia.
Keraf (2013:113) menyatakan bahwa gaya bahasa dikenal dalam retorika dengan istilah style. Gaya bahasa style menjadi masalah atau bagian dari diksi atau pilihan kata yang mempersoalkan cocok tidknya pemakaian kata, frasa atau klausa tertentu untuk menghadapi hierarki kebahasaan.
Untuk itu peneliti bertujuan untuk mengungkap wujud gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat baik dari segi klimaks, antiklimaks, paralisme, antithesis, maupun repetisi yang terdapat dalam oran harian radar tegal edisi Rabu, 30 maret 2016. Sehingga hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi atau acuan dalam penulisan sebuah gaya bahasa berdasarkan kalimat.

B.        Rumusan Masalah
Untuk mendapatkan hasil peneltian yang terarah, maka diperlukan suatu perumusan masalah. Ada pun beberapa rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu : 
1.   Bagaimanakah wujud gaya bahasa yang digunakan dalam opini-opini disurat kabar harian Radar Tegal edisi Rabu 30 maret 2016 (Hal. 6)?
2.   Bagaimanakah fungsi gaya bahasa yang digunakan dalam opini-opini disurat kabar harian Radar Tegal edisi Rabu 30 maret 2016 (Hal. 6)?
3.   Bagaimanakah makna gaya bahasa yang digunakan  dalam opini-opini disurat kabar harian Radar Tegal edisi Rabu 30 maret 2016 (Hal. 6 )?

C.       Tujuan Penelitian
Tujuan suatu penelitian haruslah jelas mengingat penelitian harus mempunyai arah dan sasaran yang tepat. Ada tiga tujuan penelitian ini, yakni :
1.   Untuk mendeskripsikan wujud gaya bahasa yang digunakan dalam opini-opini disurat kabar harian Radar Tegal edisi Rabu 30 maret 2016 (Hal. 6).
2.   Untuk mendeskripsikan fungsi gaya bahasa yang digunakan dalam opini-opini disurat kabar harian Radar Tegal edisi Rabu 30 maret 2016 (Hal. 6).
3.   Untuk mendeskripsikan makna gaya bahasa yang digunakan dalam opini-opini disurat kabar harian Radar Tegal edisi Rabu 30 maret 2016 (Hal. 6).


D.        Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan akan dapat berhasil dengan baik, yaitu dapat mencapai tujuan secara optimal, menghasilkan laporan yang sistematis dan dapat bermanfaat secara umum. Ada dua manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini, yaitu :
1.         Bagi masyarakat
        Dapat mengurangi kesalahan dalam menulis terutama yang mengalai kesulitan dalam berbahasa, tidak mengenal tentang gaya bahasa berdasarkan sturuktur kalimat.
2.         Bagi peneliti
        Dapat menjadi bekal dalam melaksanakan tugasnya kelak sebagai pengajar khususnya dalam bidang kebahasaan.



BAB 11

LANDASAN TEORI


Gaya adalah cara mengungkapkan diri sendiri entah melalui bahasa, tingkah laku, berpakaian, dan sebagainya. Keraf (2013:113) mengungkapkan bahwa gaya bahasa dapat dibatasi sebagai cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis (pemakai bahasa).
Sebuah gaya bahasa yang baik harus mengandung tiga unsure yaitu kejujuran, kesopanan dan kemenarikan. Gaya bahasa adalah bahasa indah yang digunakan untuk meningkatkan efek estetik dengan jalan memperkenalkan serta membandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yaglebih umum (Tarigan, 1987:5).
Jadi dapat disimpulkan bahwa gaya bahasa merupakan cara pengarang mendayagunakan sumber-sumber kebahasaan yang dipilih dan diatur untuk mengekspresikan ide, gagasan dan pengalaman pengarang.   
2.1     Jenis-jenis gaya bahasa
Gaya bahasa dapat ditinjau dari bermacam-macam sudut pandang. Keraf (1990:115) mengungkapkan pandangan tentang gaya bahasa dapat dilihat dari segi non bahasa bahasanya sendiri. Dari segi non bahasa dibagi menjadi tujuh pokok, yakni : (1) pengarang, (2) masa, (3) medium, (4) subjek, (5) tempat (6) hadirin ,(7) tujuan. Dari segi bahasa yaitu berdasarkan unsure bahasa yang dipergunakan, yaitu : (a) pilihan kata, (b) nada, (c) struktur kalimat, (d) langsung tidaknya makna.
Gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat ada lima yaitu : (1) klimaks, (2) antiklimks, (3) paralisme, (4) antithesis, (5) repetisi.
2.2     Fungsi gaya bahasa
Adapun macam-macam fungsi gaya bahasa, yaitu : (1) fungsi informasi, (2) fungsi untuk menjelaskan, (3) fungsi untuk menghidupkan objek mati, (4) fungsi untuk menimbulkan gelak tawa atau untuk hiasan, (5) fungsi untuk penekanan atau memperkuat.
2.3     Makna gaya bahasa
Makna gaya bahasa merupakan maksud pembicara, pengaruh suatu bahasa dalam pemahaman persepsi atau perilaku manusia maupun kelompok manusia. Makna berarti hubungan dalam arti kesepadanan atau ketidaksepadananantara bahasa dan alam diluar bahasa, atau antara ujaran dan semua hal yang ditunjukan (Kridalaksana, 2013:132).




BAB 111

PEMBAHASAN

3.1     Wujud Gaya Bahasa yang digunakan dalam opini-opini disurat kabar harian Radar Tegal edisi rabu, 30 maret 2016 (Hal. 6)
Dalam rubric opini ditemukan 2 penggunaan gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat, yaitu :
1.      Klimaks
Klimaks adalah gaya bahasa yang mengandung urutan-urutan pikiran yang setiap kali semakin meningkat kepentinganya dari gagasan-gagasan sebelumnya.
Dari uraian diatas, maka data dalam opini Radar Tegal edisi rabu, 30 maret 2016 (Hal. 6) yang diperoleh peneliti antara lain :
a.       Paragraph pertama
Tegal-lantaran berhasil membantu tugas reserse criminal (reskrim) polres tegal kota dalam mengungkapkan kasus pembunuhan diketuren anggota sector tegal selatan Aipda Sulistiono yang merupakan anggota bhabinkam tibmas, selasa (29/3) mendapatkan penghargaan.
b.      Paragraph  ketiga
“sejak geger ada penemuan mayat nenek dalam sumur, Aipda Sulistiono dengan kedekatanya dengan masyarakat dan ketekunanya membantu reskrim tegal kota hingga dapat membuat terang suatu peristiwa pidana berupa pembunuhan sehingga dapat dilakukan penangkapan tersangkanya,”terangnya.
2.      Antiklimaks
Antiklimaks merupakan gaya bahasa yang merupakan suatu acuan yang gagasanya diurutkan dari yang terpenting ke yang tidak penting.
Dari uraian diatas, maka data dalam opini Radar Tegal edisi rabu, 30 maret 2016 (Hal. 6) yang diperoleh peneliti adalah paragraph terakhir atau paragraph 5 “dilihat tugasnya memang Bhabinkamtibas adalah merupakan garda terdepan polri yang selalu dekat dan selalu bersama ditengah-tengah masyarakat. Sehingga apapun yang terjadi pasti para bhabin memiliki informas lebih. Karenanya dari kinerjanya yang baikkai berikan reward,” pungkasnya. (gus/sri).
3.2     Fungsi gaya bahasa yang digunakan dalam opini-opini disurat kabar harian Radar Tegal edisi rabu, 30 maret 2016 (Hal. 6)
Dalam penelitian ini fungsi gaya bahasa yang digunakan untuk menganalisi data terdapat 5 fungsi, yaitu : (1) fungsi informasi, (2) fungsi untuk menjelaskan, (3) fungsi untuk menghidupkan objek mati, (4) fungsi untuk menimbulkan gelak tawa atau untuk hiasan, (5) fungsi untuk penekanan atau memperkuat.
Dari uraian diatas, fungsi gaya bahasa dalam opini Radar Tegal dengan judul “Aipda Sulistiono mendapat reward” mengandung informasi, karena dalam opini tersebut telah menginformasikan bahwa Aipda Sulistiono mendapat reward lantaran berhasil membantu tugas reserse criminal (reskrim) polres tegal kota dalam mengungkap kasus pembunuhan diketuren.
3.3     Makna gaya bahasa yang digunakan dalam opini-opini disurat kabar harian Radar Tegal edisi rabu, 30 maret 2016 (Hal. 6)
Berdasarkan struktur kalimat dalam rubric opini Radar Tegal edisi rabu 30 maret 2016 (Hal. 6) pada objek yang diteliti adalah :
1.      Makna ideasional
Makna ideasional adalah makna yang muncul akibat penggunaan kata yang memiliki konsep. Dalam rubric opini Radar Tegal ditemukan makna ideasional pada paragraph pertama.
Tegal-lantaran berhasil membantu tugas reserse criminal (reskrim) polres tegal kota dalam mengungkapkan kasus pembunuhan diketuren anggota sector tegal selatan Aipda Sulistiono yang merupakan anggota bhabinkam tibmas, selasa (29/3) mendapatkan penghargaan.

2.      Makna afektif
Makna afektif adalah makna yang muncul akibat reaksi pendengar atau pembaca terhadap penggunaan kata atau kalimat. Dalam rubric opini Radar Tegal ditemukan makna afektif pada paragraph terakhir.
“dilihat tugasnya memang Bhabinkamtibas adalah merupakan garda terdepan polri yang selalu dekat dan selalu bersama ditengah-tengah masyarakat. Sehingga apapun yang terjadi pasti para bhabin memiliki informas lebih. Karenanya dari kinerjanya yang baikkai berikan reward,” pungkasnya. (gus/sri).





BAB 1V
PENUTUP

4.1. Simpulan

Berdasarkan hasil  analisis data yang telah diuraikan pada bab 111, dapat disimpulkan bahwa gaya bahasa dalam opini-opini Radar Tegal edisi rabu, 30 maret 2016 (Hal 6) adalah sebagai berikut :
1.      Penggunaan wujud gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang digunakan mencakup klimaks dan antiklimaks.
2.      Fungsi gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang digunakan adalah fungsi informasi.
3.      Makna gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang digunakan adalah makna ideasional dan makna afektif.

4.2. Saran

Berdasarkan tujuan penelitian dari hasil analisis data, maka ada beberapa saran yang akan dikemukakan oleh peneliti yaitu :
1.      Bagi pengajar bahasa atau masyarakat penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu wawasan dalam pengajaran bahasa Indonesia dalam rangka memperkenalkan gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat.
2.      Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik dalam bidang gaya bahasa  semoga dapat menyempurnakan penelitian ini atau dapat melakukan penelitian dalam bidang bahasa nemun memfokuskan pada permasalahan yang lain.


DAFTAR PUSTAKA


Sandi, Mul. 2014. http//Fb-tgs.blogspot.co.id/2014/01/analisis-gaya-bahasa-pada-rubrik-opini_9734.html?m=1. Diakses pada 19 Mei 2016.
(Chaer, dalam Sandi, Mul.2014:2)
Keraf (dalam Sandi, Mul.2014:4)
(Tarigan, dalam Sandi, Mul.2014:4)
Keraf (dalam Sandi, Mul.2014:4)
(Kridalaksana, dalam Sandi, Mul.2014:4)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar