BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Bahasa adalah system
lambing bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok social
untuk bekerjasama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri (Chaer, 2007:30). Bahasa
dihasilkan oleh alat ucap dan arti atau makna yang tersirat dalam arus bunyi.
Oleh krena itu, bahasa sangat berperan penting dalam kehidupan manusia.
Keraf (2013:113) menyatakan bahwa gaya
bahasa dikenal dalam retorika dengan istilah style. Gaya bahasa style menjadi
masalah atau bagian dari diksi atau pilihan kata yang mempersoalkan cocok
tidknya pemakaian kata, frasa atau klausa tertentu untuk menghadapi hierarki
kebahasaan.
Untuk itu peneliti bertujuan untuk
mengungkap wujud gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat baik dari segi
klimaks, antiklimaks, paralisme, antithesis, maupun repetisi yang terdapat
dalam oran harian radar tegal edisi Rabu, 30 maret 2016. Sehingga hasil dari
penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi atau acuan dalam penulisan
sebuah gaya bahasa berdasarkan kalimat.
B.
Rumusan
Masalah
Untuk mendapatkan hasil peneltian
yang terarah, maka diperlukan suatu perumusan masalah. Ada pun beberapa rumusan
masalah dalam penelitian ini, yaitu :
1. Bagaimanakah
wujud gaya bahasa yang digunakan dalam opini-opini disurat kabar harian Radar
Tegal edisi Rabu 30 maret 2016 (Hal. 6)?
2. Bagaimanakah
fungsi gaya bahasa yang digunakan dalam opini-opini disurat kabar harian Radar
Tegal edisi Rabu 30 maret 2016 (Hal. 6)?
3. Bagaimanakah
makna gaya bahasa yang digunakan dalam
opini-opini disurat kabar harian Radar Tegal edisi Rabu 30 maret 2016 (Hal. 6 )?
C.
Tujuan
Penelitian
Tujuan suatu penelitian haruslah jelas mengingat penelitian
harus mempunyai arah dan sasaran yang tepat. Ada tiga tujuan penelitian ini,
yakni :
1.
Untuk mendeskripsikan wujud gaya
bahasa yang digunakan dalam opini-opini disurat kabar harian Radar Tegal edisi
Rabu 30 maret 2016 (Hal. 6).
2.
Untuk mendeskripsikan fungsi gaya
bahasa yang digunakan dalam opini-opini disurat kabar harian Radar Tegal edisi
Rabu 30 maret 2016 (Hal. 6).
3.
Untuk mendeskripsikan makna gaya
bahasa yang digunakan dalam opini-opini disurat kabar harian Radar Tegal edisi
Rabu 30 maret 2016 (Hal. 6).
D.
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan akan dapat berhasil dengan baik,
yaitu dapat mencapai tujuan secara optimal, menghasilkan laporan yang
sistematis dan dapat bermanfaat secara umum. Ada dua manfaat yang diharapkan
dari hasil penelitian ini, yaitu :
1.
Bagi
masyarakat
Dapat
mengurangi kesalahan dalam menulis terutama yang mengalai kesulitan dalam
berbahasa, tidak mengenal tentang gaya bahasa berdasarkan sturuktur kalimat.
2.
Bagi
peneliti
Dapat menjadi
bekal dalam melaksanakan tugasnya kelak sebagai pengajar khususnya dalam bidang
kebahasaan.
BAB 11
LANDASAN TEORI
Gaya
adalah cara mengungkapkan diri sendiri entah melalui bahasa, tingkah laku,
berpakaian, dan sebagainya. Keraf (2013:113) mengungkapkan bahwa gaya bahasa
dapat dibatasi sebagai cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas
yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis (pemakai bahasa).
Sebuah gaya bahasa yang
baik harus mengandung tiga unsure yaitu kejujuran, kesopanan dan kemenarikan.
Gaya bahasa adalah bahasa indah yang digunakan untuk meningkatkan efek estetik
dengan jalan memperkenalkan serta membandingkan suatu benda atau hal tertentu
dengan benda atau hal lain yaglebih umum (Tarigan, 1987:5).
Jadi dapat disimpulkan
bahwa gaya bahasa merupakan cara pengarang mendayagunakan sumber-sumber
kebahasaan yang dipilih dan diatur untuk mengekspresikan ide, gagasan dan
pengalaman pengarang.
2.1
Jenis-jenis
gaya bahasa
Gaya bahasa dapat
ditinjau dari bermacam-macam sudut pandang. Keraf (1990:115) mengungkapkan
pandangan tentang gaya bahasa dapat dilihat dari segi non bahasa bahasanya
sendiri. Dari segi non bahasa dibagi menjadi tujuh pokok, yakni : (1)
pengarang, (2) masa, (3) medium, (4) subjek, (5) tempat (6) hadirin ,(7)
tujuan. Dari segi bahasa yaitu berdasarkan unsure bahasa yang dipergunakan,
yaitu : (a) pilihan kata, (b) nada, (c) struktur kalimat, (d) langsung tidaknya
makna.
Gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat
ada lima yaitu : (1) klimaks, (2) antiklimks, (3) paralisme, (4) antithesis,
(5) repetisi.
2.2
Fungsi
gaya bahasa
Adapun macam-macam
fungsi gaya bahasa, yaitu : (1) fungsi informasi, (2) fungsi untuk menjelaskan,
(3) fungsi untuk menghidupkan objek mati, (4) fungsi untuk menimbulkan gelak
tawa atau untuk hiasan, (5) fungsi untuk penekanan atau memperkuat.
2.3
Makna
gaya bahasa
Makna gaya bahasa
merupakan maksud pembicara, pengaruh suatu bahasa dalam pemahaman persepsi atau
perilaku manusia maupun kelompok manusia. Makna berarti hubungan dalam arti
kesepadanan atau ketidaksepadananantara bahasa dan alam diluar bahasa, atau
antara ujaran dan semua hal yang ditunjukan (Kridalaksana, 2013:132).
BAB 111
PEMBAHASAN
3.1
Wujud Gaya
Bahasa yang digunakan dalam opini-opini disurat kabar harian Radar Tegal edisi
rabu, 30 maret 2016 (Hal. 6)
Dalam rubric opini ditemukan 2 penggunaan gaya
bahasa berdasarkan struktur kalimat, yaitu :
1. Klimaks
Klimaks adalah gaya bahasa yang mengandung
urutan-urutan pikiran yang setiap kali semakin meningkat kepentinganya dari
gagasan-gagasan sebelumnya.
Dari uraian diatas, maka data dalam opini Radar
Tegal edisi rabu, 30 maret 2016 (Hal. 6) yang diperoleh peneliti antara lain :
a. Paragraph pertama
Tegal-lantaran berhasil membantu tugas reserse criminal (reskrim) polres tegal
kota dalam mengungkapkan kasus pembunuhan diketuren anggota sector tegal
selatan Aipda Sulistiono yang merupakan anggota bhabinkam tibmas, selasa (29/3)
mendapatkan penghargaan.
b. Paragraph ketiga
“sejak geger ada penemuan mayat nenek dalam sumur,
Aipda Sulistiono dengan kedekatanya dengan masyarakat dan ketekunanya membantu
reskrim tegal kota hingga dapat membuat terang suatu peristiwa pidana berupa
pembunuhan sehingga dapat dilakukan penangkapan tersangkanya,”terangnya.
2. Antiklimaks
Antiklimaks merupakan gaya bahasa yang merupakan suatu
acuan yang gagasanya diurutkan dari yang terpenting ke yang tidak penting.
Dari uraian diatas, maka data dalam opini Radar
Tegal edisi rabu, 30 maret 2016 (Hal. 6) yang diperoleh peneliti adalah
paragraph terakhir atau paragraph 5 “dilihat tugasnya memang Bhabinkamtibas
adalah merupakan garda terdepan polri yang selalu dekat dan selalu bersama
ditengah-tengah masyarakat. Sehingga apapun yang terjadi pasti para bhabin
memiliki informas lebih. Karenanya dari kinerjanya yang baikkai berikan reward,”
pungkasnya. (gus/sri).
3.2
Fungsi
gaya bahasa yang digunakan dalam opini-opini disurat kabar harian Radar Tegal
edisi rabu, 30 maret 2016 (Hal. 6)
Dalam penelitian ini fungsi gaya
bahasa yang digunakan untuk menganalisi data terdapat 5 fungsi, yaitu : (1) fungsi informasi,
(2) fungsi untuk menjelaskan, (3) fungsi untuk menghidupkan objek mati, (4)
fungsi untuk menimbulkan gelak tawa atau untuk hiasan, (5) fungsi untuk
penekanan atau memperkuat.
Dari uraian diatas, fungsi gaya
bahasa dalam opini Radar Tegal dengan judul “Aipda Sulistiono mendapat reward”
mengandung informasi, karena dalam opini tersebut telah menginformasikan bahwa
Aipda Sulistiono mendapat reward lantaran berhasil membantu tugas reserse
criminal (reskrim) polres tegal kota dalam mengungkap kasus pembunuhan
diketuren.
3.3
Makna gaya
bahasa yang digunakan dalam opini-opini disurat kabar harian Radar Tegal edisi
rabu, 30 maret 2016 (Hal. 6)
Berdasarkan struktur kalimat dalam rubric opini
Radar Tegal edisi rabu 30 maret 2016 (Hal. 6) pada objek yang diteliti adalah :
1. Makna ideasional
Makna ideasional adalah makna yang muncul akibat
penggunaan kata yang memiliki konsep. Dalam rubric opini Radar Tegal ditemukan
makna ideasional pada paragraph pertama.
Tegal-lantaran berhasil membantu tugas reserse criminal (reskrim) polres tegal
kota dalam mengungkapkan kasus pembunuhan diketuren anggota sector tegal
selatan Aipda Sulistiono yang merupakan anggota bhabinkam tibmas, selasa (29/3)
mendapatkan penghargaan.
2. Makna afektif
Makna afektif adalah makna yang muncul akibat reaksi
pendengar atau pembaca terhadap penggunaan kata atau kalimat. Dalam rubric
opini Radar Tegal ditemukan makna afektif pada paragraph terakhir.
“dilihat tugasnya memang Bhabinkamtibas adalah
merupakan garda terdepan polri yang selalu dekat dan selalu bersama
ditengah-tengah masyarakat. Sehingga apapun yang terjadi pasti para bhabin
memiliki informas lebih. Karenanya dari kinerjanya yang baikkai berikan
reward,” pungkasnya. (gus/sri).
BAB 1V
PENUTUP
4.1.
Simpulan
Berdasarkan
hasil analisis data yang telah diuraikan
pada bab 111, dapat disimpulkan bahwa gaya bahasa dalam opini-opini Radar Tegal
edisi rabu, 30 maret 2016 (Hal 6) adalah sebagai berikut :
1. Penggunaan
wujud gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang digunakan mencakup klimaks dan
antiklimaks.
2. Fungsi
gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang digunakan adalah fungsi
informasi.
3. Makna
gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat yang digunakan adalah makna ideasional
dan makna afektif.
4.2.
Saran
Berdasarkan
tujuan penelitian dari hasil analisis data, maka ada beberapa saran yang akan
dikemukakan oleh peneliti yaitu :
1. Bagi
pengajar bahasa atau masyarakat penelitian ini dapat digunakan sebagai salah
satu wawasan dalam pengajaran bahasa Indonesia dalam rangka memperkenalkan gaya
bahasa berdasarkan struktur kalimat.
2. Bagi
peneliti selanjutnya yang tertarik dalam bidang gaya bahasa semoga dapat menyempurnakan penelitian ini
atau dapat melakukan penelitian dalam bidang bahasa nemun memfokuskan pada
permasalahan yang lain.
DAFTAR PUSTAKA
Sandi, Mul. 2014.
http//Fb-tgs.blogspot.co.id/2014/01/analisis-gaya-bahasa-pada-rubrik-opini_9734.html?m=1.
Diakses pada 19 Mei 2016.
(Chaer, dalam Sandi, Mul.2014:2)
Keraf (dalam Sandi, Mul.2014:4)
(Tarigan, dalam Sandi, Mul.2014:4)
Keraf (dalam Sandi, Mul.2014:4)
(Kridalaksana, dalam Sandi,
Mul.2014:4)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar